Batik Berlayar Semarakkan Hari Batik Nasional 2026 di Surabaya
Parade perahu Batik Berlayar mulai berjalan pukul 17.00 WIB dari Taman Prestasi ke Monumen Kapal Selam, Surabaya.-Boy Slamet-Harian Disway
Menurut Wirasno, motif Tulungagung dinilai masih mempertahankan kekayaan motif klasik yang menjadi bagian penting dalam perkembangan batik Indonesia.
BACA JUGA:Padukan Kepekaan Budaya dan Parenting ala Chevalier Inc: Melukis Batik, Menjalin Rasa
BACA JUGA:Makna di Balik Lilitan Kain Batik sebagai Bawahan, Luwes Jadi Gaya Busana Formal dan Informal
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyambut positif penyelenggaraan Hari Batik Nasional di Surabaya. Khususnya kegiatan susur Sungai Kalimas.
Emil juga mengapresiasi penggunaan motif batik Tulungagung dalam perayaan tersebut. "Karakter batik Tulungagung dapat merepresentasikan semangat masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Timur," ujarnya.
Rangkaian kegiatan juga diwarnai prosesi pemukulan Pungkalasa dan penggunaan kendi bercorak batik.

Dewa 19 menyemarakkan ajang Batik Berlayar di Monkasel Surabaya, 2 Oktober 2026.-Boy Slamet-Harian Disway
Dalam tradisi Jawa, prosesi tersebut dimaknai sebagai simbol dimulainya babak baru dalam kehidupan, permohonan keselamatan, serta pelepasan segala hal buruk.
BACA JUGA:Menyeruput Liberika dalam Workshop Membatik Chevalier Inc: Batik Tulis dan Ampas Kopi
Gita Pratama Kartasasmita, Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia sebagai penyelenggara, berharap perayaan tersebut menjadi pemicu lahirnya gagasan kreatif baru. Bertujuan untuk memperkenalkan batik ke berbagai penjuru Nusantara.
Perayaan Hari Batik Nasional 2026 di Surabaya kemudian ditutup dengan penampilan Dewa 19 feat. Virzha.
Band asal Surabaya tersebut membawakan sejumlah lagu hit. Di antaranya Pangeran Cinta, Dewi, dan Arjuna. Dengan seluruh personelnya mengenakan batik. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: