Jejak Guruh Sukarnoputra dalam Reposisi Budaya Bali
GURUH SUKARNOPUTRA bersama Guruh Gipsy dalam Synchronize Fest 2025. --X/Historia ID
Selain olah vokal dan instrumen musik, Guruh juga merambah dunia tari dan tata panggung. Ia menguasai pakem-pakem dasar tarian klasik Bali seperti Legong, Pendet, dan Baris. Ia merancang ragam koreografi kreasi baru yang anggun, tapi berkarakter.
BACA JUGA:Pelestarian Seni Budaya Melalui Pelindungan Kekayaan Intelektual
BACA JUGA:Mendukung Kiprah Guru Seni Budaya

KOLEKSI KASET lagu-lagu Guruh Sukarnoputra yang dipamerkan pemilik akun X dengan username @babaksatubagian pada 12 Maret 2024.--X/deb
Kolaborasi Lintas Generasi
Kontribusi Guruh terhadap seni budaya tidak berhenti pada karya individual. Ia juga hadir sebagai bagian dari kelompok. Tepatnya, setelah kelahiran Swara Maharddhika pada 27 Maret 1977. Itu adalah wadah kreativitas yang memadukan unsur-unsur tradisi Indonesia dengan eksplorasi seni modern.
Melalui Swara Maharddhika, Guruh mengembangkan pertunjukan berskala besar yang memadukan musik, tari, tata panggung, dan koreografi. Lewat wadah ini, Guruh mengubah kontribusinya dari sekadar karya pribadi menjadi ruang regenerasi.
Melalui berbagai pertunjukan kolosal, elemen gerak tari Bali dipadukan dengan konsep pencahayaan modern, tata panggung megah, serta rancangan busana yang elegan dan glamor. Pendekatan visual yang segar tersebut ampuh menyedot perhatian generasi muda urban pada dekade 1970-an hingga 1990-an.
Dampak dari rekam jejak kebudayaan Guruh pada akhirnya menciptakan hubungan saling memperkaya antara sang seniman dan kebudayaan Bali itu sendiri.
BACA JUGA:Anak Muda Merayakan Ludruk
BACA JUGA:Teatrikal Kolosal Merah Putih Bertanya Jaga Semangat Anak Muda Surabaya dalam Mengisi Kemerdekaan
Di satu sisi, kebudayaan Bali menyediakan bahan bakar estetika yang seolah tidak pernah kering bagi daya cipta Guruh. Di sisi lain, Guruh memberikan panggung modern berkelas dunia yang memperluas jangkauan penikmat seni Bali hingga ke luar batas geografisnya.
Guruh tidak hanya melestarikan tradisi dalam bentuk fisik, tetapi juga menjaga roh (taksu) seni Bali agar tetap berdenyut di tengah gempuran budaya pop asing.
Garis karya dan pengabdian sang maestro membuktikan bahwa modernisasi tidak harus mengorbankan akar tradisi. Hubungan harmonis yang ia bangun bersama para seniman Bali menjadi warisan sejarah yang sangat berharga.
Melalui keberaniannya bereksplorasi dan menjembatani dua dunia yang berbeda, Guruh membuktikan bahwa kebudayaan Bali adalah warisan adiluhung yang selalu mampu bergerak dinamis, tetap relevan, dan terus memancarkan pesonanya dari zaman ke zaman.
BACA JUGA:Innofashion Show 8 UK Petra Ekspresikan Keresahan Anak Muda dalam Busana
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: