Samsung dan Telkom Jajaki Solusi Digital Terintegrasi untuk Bisnis
Yadi Prayitno, Head of MX Business Samsung Electronics Indonesia (kanan) dan Arfianto Ramadhian, VP Global Strategic Partnership & Synergy Telkom (kiri) dalam seremoni Penandatanganan Nota Kesepakatan di Jakarta-Samsung-
JAKARTA, HARIAN DISWAY – Samsung Electronics Indonesia dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menjajaki pengembangan solusi digital terintegrasi untuk pelanggan bisnis di Indonesia. Kolaborasi ini menggabungkan teknologi perangkat, keamanan, kecerdasan buatan (AI), dan Internet of Things (IoT) Samsung dengan konektivitas, infrastruktur, serta layanan digital TelkomGroup.
Penjajakan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh kedua perusahaan. Kesepakatan yang berlaku selama satu tahun itu menjadi landasan untuk memetakan kebutuhan pelanggan, menguji penerapan teknologi melalui Proof of Concept (PoC), serta menyiapkan penawaran dan pemasaran bersama.
Kolaborasi ini menyasar kebutuhan perusahaan yang tengah melakukan transformasi digital. Selama ini, perangkat kerja, sistem keamanan, konektivitas, dan layanan komputasi awan atau cloud kerap berasal dari penyedia berbeda sehingga membutuhkan integrasi tambahan.
Samsung dan TelkomGroup berupaya menjajaki solusi yang menghubungkan berbagai kebutuhan teknologi dalam satu ekosistem. Sektor yang menjadi sasaran antara lain manufaktur, pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan layanan keuangan.
BACA JUGA:Samsung Resmi Meluncurkan Galaxy Tab S12 Series di Jakarta: Performa Tangguh dan Penawaran Spesial

Nota Kesepakatan ditandatangani secara simbolis oleh Arfianto Ramadhian, VP Global Strategic Partnership & Synergy Telkom (kiri) dan Yadi Prayitno, Head of MX Business Samsung Electronics Indonesia (kanan)-Samsung-
Head of MX Business Samsung Electronics Indonesia Yadi Prayitno mengatakan, transformasi digital tidak cukup dilakukan dengan mengadopsi teknologi secara terpisah. Perusahaan membutuhkan sistem yang mampu menghubungkan perangkat, konektivitas, keamanan, dan layanan digital sesuai kebutuhan operasional.
Samsung memiliki portofolio teknologi enterprise yang mencakup Galaxy enterprise Edition, perangkat tangguh untuk lingkungan kerja lapangan, Samsung Knox, Samsung DeX, Galaxy AI, serta teknologi IoT.
“Kami ingin mengeksplorasi bagaimana kapabilitas tersebut dapat diintegrasikan menjadi solusi end-to-end yang menjawab kebutuhan operasional nyata perusahaan di Indonesia,” ujar Yadi.
BACA JUGA:Samsung Rilis Galaxy Tab S12, Tablet Tipis dengan Performa Ngebut
BACA JUGA:Samsung Hadirkan AC Neo WindFree Ultra dengan Filter PM1.0
VP Global Strategic Partnership & Synergy Telkom Arfianto Ramadhian mengatakan, pelanggan bisnis kini membutuhkan solusi yang terintegrasi, bukan sekadar produk teknologi yang berdiri sendiri.
Menurut dia, penggabungan teknologi Samsung dengan konektivitas, infrastruktur, dan layanan digital TelkomGroup perlu diuji melalui kebutuhan nyata pelanggan.
“Langkah berikutnya adalah menguji use case prioritas bersama pelanggan, sehingga kolaborasi ini benar-benar menjawab kebutuhan nyata di lapangan,” kata Arfianto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: