Ketika Anak Muda Mencari Makna lewat Tarot Digital

Ketika Anak Muda Mencari Makna lewat Tarot Digital

ILUSTRASI Ketika Anak Muda Mencari Makna lewat Tarot Digital.-AI/Gemini-

BELAKANGAN INI membaca tarot tidak lagi identik dengan ruang remang-remang atau praktik spiritual yang berlangsung secara privat. Cukup membuka TikTok, misalnya, ratusan video tarot reading dapat ditemukan dengan mudah. Judul seperti Pesan semesta yang harus kamu dengar atau Apa yang akan terjadi dalam bulan ini? telah menjadi bagian dari konsumsi digital banyak anak muda. 

Tarot pun mengalami transformasi, dari praktik esoterik menjadi konten digital yang hidup di dalam algoritma media sosial.

Fenomena tersebut sering disederhanakan sebagai meningkatnya kepercayaan generasi muda terhadap hal-hal mistis. Padahal, yang terjadi bukan sekadar kebangkitan mistisisme. Tarot menjadi menarik justru karena hadir di persimpangan antara perubahan budaya digital, krisis makna, dan transformasi praktik spiritual di era platform.

Sosiolog Anthony Giddens menjelaskan bahwa masyarakat modern hidup dalam kondisi ontological insecurity, yakni situasi ketika individu kehilangan kepastian mengenai masa depan akibat perubahan sosial yang berlangsung cepat. 

BACA JUGA:5 Jenis Kartu Tarot Ungkap Dinamika Hubungan Asmara

BACA JUGA:Mengenal Tarot, Antara Simbol, Makna, dan Refleksi Diri

Dunia digital dapat memperkuat kondisi tersebut. Informasi datang tanpa henti, hubungan sosial makin cair, persaingan kerja meningkat, dan masa depan terasa sulit diprediksi. Dalam situasi demikian, manusia tidak hanya mencari informasi, tetapi juga kepastian emosional.

Di sinilah tarot memperoleh relevansinya. Tarot tidak semata dipahami sebagai alat meramal masa depan, tetapi juga sebagai perangkat naratif yang membantu individu menafsirkan pengalaman hidup. 

Kartu-kartu tarot menyediakan simbol, metafora, dan cerita yang memungkinkan seseorang menghubungkan pengalaman personal menjadi sebuah makna yang terasa utuh. Tarot bekerja bukan karena selalu dipercaya sebagai kebenaran objektif, melainkan juga karena mampu menawarkan kerangka interpretasi atas ketidakpastian.

Spiritualitas yang Berpindah ke Platform Digital

Fenomena tersebut berkembang ketika kehidupan sosial mengalami apa yang disebut David B. Nieborg, Thomas Poell, dan Jose van Dijck sebagai platformization. 

BACA JUGA:⁠Apa Itu Tarot? Mengenal Kartu Ramalan yang Jadi Panduan Hidup Modern

BACA JUGA:Sinopsis My Magic Prophecy, Serial Thailand tentang Dokter Ganteng dan Peramal Tarot

Platform digital tidak lagi sekadar menjadi media komunikasi, tetapi juga infrastruktur sosial yang mengorganisasi kehidupan sehari-hari melalui algoritma, data, dan ekonomi perhatian. Aktivitas yang sebelumnya berlangsung secara luring, termasuk praktik spiritual, kini dapat berlangsung melalui platform.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: