Andrew Garfield Ungkap Hari Libur Ideal: Pijat, Menangis, dan Nonton Broadway
Andrew Garfield dalam film The Amazing Spider-Man. Berperan sebagai Spider-Man adalah mimpi terbesarnya sejak kecil.--Columbia Pictures
Kemudian ia berkesempatan memeluk Nathan Lane setelah pementasan selesai. “Death of a Salesman membuat saya menangis terisak tanpa bisa mengendalikan diri,” tuturnya.
Garfield kemudian menyempatkan berjalan-jalan di Central Park. Lalu ia berhenti di Bethesda Fountain.
Tempat tersebut memiliki arti khusus baginya. Karena ditampilkan secara menonjol dalam drama Angels in America.
BACA JUGA:5 Rekomendasi Film Romantis Andrew Garfield, Si Peter Parker Kedua
Garfield pernah memerankan Prior Walter dalam pementasan drama itu di London pada 2017 dan New York pada 2018.
Pengalaman tersebut membuat Bethesda Fountain memiliki makna personal baginya. Setelah menikmati waktu berjalan-jalan, Garfield bertemu teman-temannya untuk makan malam.
Menurutnya, menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat merupakan bagian penting dari hari libur yang menyenangkan.
“Rasanya sulit mendapatkan sesuatu yang lebih baik daripada itu,” katanya. Garfield kemudian pulang dan menghabiskan malam dengan menonton televisi.
BACA JUGA:Andrew Garfield Nonton Spider-Man: No way Home Bareng Tobey Maguire
BACA JUGA:Tom Holland Bungkam Soal Tobey Maguire dan Andrew Garfield di Spider-Man
Ia mengaku sudah berada di tempat tidur sekitar pukul 21.00. Setelah menonton Game of Thrones serta A Knight of the Seven Kingdoms, ia tertidur sekitar pukul 22.00.
“Saya mendapatkan durasi tidur selama delapan jam. Saya tahu ini adalah hari favorit seorang pria paruh baya. Tetapi saya tetap menyukainya,” kelakarnya.
Selain menceritakan hari liburnya, Garfield juga berbagi mengenai hal yang belakangan menginspirasinya.
Ia mengungkapkan bahwa sebuah pameran retrospektif karya seniman Alexander Calder di Grand Palais, Paris, memberikan pengalaman yang membekas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: people