Mungkinkah Rocky Gerung Jadi Devil’s Advocate Istana?

Mungkinkah Rocky Gerung Jadi Devil’s Advocate Istana?

ILUSTRASI Mungkinkah Rocky Gerung Jadi Devil’s Advocate Istana?-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

PELANTIKAN 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Prabowo Subianto pada 2 Oktober 2026 menghadirkan beragam figur dengan latar belakang akademik, politik, pengusaha, hingga tokoh keagamaan dan aliran kegamaan. Di antara nama-nama tersebut, Rocky Gerung menjadi sosok yang menarik perhatian. 

Publik mengenalnya sebagai intelektual yang kerap melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah. Kini ia justru berada di dalam lingkaran kekuasaan yang selama ini menjadi salah satu objek kritiknya.

Langkah yang telah diambil Rocky Gerung tersebut melahirkan silang pendapat di ruang publik. Sebagian kalangan menuding sang filsuf telah melunak atau terkooptasi oleh kenyamanan sistem. 

Namun, jika dilihat dari sudut pandang epistemik, ada hipotesis lain yang patut diperhitungkan, mungkinkah ia sengaja mengambil peran strategis sebagai seorang sevil’s advocate? 

BACA JUGA:Rocky Gerung, Keping Terakhir di Istana

BACA JUGA:Pratikno dan Rocky Gerung Satu Meja di Wantimpres Prabowo, Apa yang Berubah di Istana?

Devil’s advocate adalah seseorang yang mengambil posisi berlawanan dengan argumen orang lain, bukan karena tidak setuju dengan argumen itu, melainkan hanya ingin menguji keabsahan atau validitas argumen tersebut.

Menguji Nalar dari Dalam

John Stuart Mill melalui On Liberty (1859) mengemukakan gagasan bahwa kebenaran justru menjadi makin kokoh ketika terus diuji melalui perdebatan dengan pandangan yang berlawanan. Seorang devil’s advocate menentang bukan karena tidak setuju, melainkan untuk menguji keabsahan sebuah argumen. 

Dengan memasuki kekuasaan, Rocky Gerung seolah sedang menguji nalar kritisnya, apakah kritis hanya akan berfungsi selama ia berada di luar pagar kekuasaan?

Bagi sebagian orang, pilihan Rocky Gerung kali ini tampak mengejutkan. Banyak orang terkejut, sebagian kecewa, sebagian lain menunggu kiprahnya. Namun, mari sejenak kita flash back. Sejak Pemilu 2019, gagasan Rocky Gerung sejatinya kerap beririsan dengan kubu Prabowo dalam panggung wacana publik. 

BACA JUGA:Soekarno Talk-In Magetan: Rocky Gerung Ajak Gen Z Baca Ulang Marhaenisme

BACA JUGA:Rocky Gerung Ternyata Kurang Sakti

Jadi, jika hari ini ia masuk istana, itu bukan lompatan yang sama sekali baru. Ia sedang memilih peran berbeda, dari luar ke dalam. Selain itu, dalam sejumlah kesempatan, Rocky Gerung kerap mengekspresikan kekagumannya terhadap pemikiran Sutan Sjahrir sebagai intelektual sosialis, sekaligus tokoh yang pernah menjabat perdana menteri pada masa awal kemerdekaan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: