Menjelajah Lautan Teduh (27): Mengenal Indonesia lewat Dolanan

Menjelajah Lautan Teduh (27): Mengenal Indonesia lewat Dolanan

PERMAINAN DO MIKADO di hanggar KRI dr Wahidin Sudirohusodo-991 di Suva, Fiji, yang dipandu oleh Rizkya Dwijayanti.-SATGAS TERPADU PORT VISIT 2026-

Begitu banyak cara untuk mengajak warga Vanuatu dan Fiji untuk ’’pergi ke Indonesia.’’ Salah satu yang dilakukan oleh tim Subsatgas Pendidikan Satgas Terpadu Port Visit 2026 adalah dengan dolanan anak-anak.

HANGAR heli di KRI dr Wahidin Sudirohusodo-991 terasa begitu ceria di Port Vila, Vanuatu, 2-3 Oktober 2026. Begitu pula saat kapal bantu rumah sakit tersebut menggelar open ship di pelabuhan Suva, Fiji, 10-11 Oktober 2026.

Sebab, di antara seragam TNI Angkatan Laut dan berbagai etalase budaya Indonesia, pengunjung dari Vanuatu dan Fiji juga berkesempatan mencoba permainan tradisional Jawa. Permainan yang mungkin sudah lama tak dimainkan anak-anak Indonesia sendiri itu justru mendapat kesempatan hidup kembali di geladak kapal, jauh dari tanah asalnya.

Tak ada layar ponsel, tak perlu koneksi internet, dan tak harus memahami bahasa Indonesia untuk ikut bermain. Cukup melihat contoh, mengikuti petunjuk, lalu mencoba. Sesederhana itu.

BACA JUGA:Menjelajah Lautan Teduh (26): Terpikat TNI-AL dan Senjatanya

BACA JUGA:Tim PkM Untag Surabaya Kembangkan Digital Heritage Tari Tradisional di Sanggar Mugi Lestari

Adalah Rizkya Dwijayanti, dosen Prodi Ilmu Administrasi Negara, FISIP, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya yang memandegani permainan itu. Ya, Rizkya bertugas sebagai salah satu host open ship tersebut. Dia didampingi oleh Doan Widhiandono, dosen Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.

Nah, secara ’’random’’ tiba-tiba Rizkya mengajak para pengunjung itu untuk memainkan slebor-slebor dan do mikado. Dua permainan yang mungkin sudah jarang dilakukan oleh anak-anak zaman sekarang yang lebih banyak tenggelam di gadget atau permainan video.

Pada permainan slebor-slebor, pengunjung berbaris bak kereta api. Dua orang menjadi terowongan yang dilintasi kereta manusia tersebut. Rizkya mengiringi dengan nyanyian. Yang bisa jadi tidak banyak orang tahu. Atau sudah lupa. Slebor-slebor, mondar-mandir dhahar bubur, kepanasan mundur-mundur, kejebur sumur…

Doan yang kebagian menerjemahkan lirik itu. Yang ceritanya tentang makan bubur panas sampai berjingkat mundur dan tercebur sumur.


RIZKYA DWIJAYANTI (kiri) memandu permainan do mikado untuk pengunjung open ship di Suva, Fiji.-Doan Widhiandono-

Saat kejebur sumur itulah, terowongan menutup. Orang yang tertangkap harus menjawab pertanyaan. Atau teka-teki.

Begitu pula saat bermain do mikado. Kami melingkar, saling bertepuk tangan dan melantunkan lagu yang bak ’’mantra’’ tersebut.

Suasana begitu menyenangkan. Begitu fun…

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: