Merawat Sesama, Menguatkan Harapan Lansia dan Disabilitas
PARA peserta kegiatan A Heart for Health di Mercure Surabaya Grand Mirama, Senin, 19 Oktober 2026.-Istimewa-
Kegiatan tersebut juga mengangkat persoalan penting tentang tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
Perusahaan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat. Aktivitas bisnis tumbuh di tengah lingkungan sosial yang menyediakan tenaga kerja, konsumen, dan berbagai sumber daya. Karena itu, keberhasilan perusahaan idealnya tidak hanya diukur melalui keuntungan, tetapi juga kontribusinya terhadap kesejahteraan masyarakat.
CEO dan founder Prestige Group of Companies Zafer Atici menegaskan bahwa tanggung jawab sosial merupakan bagian penting dari misi dan nilai perusahaan. Prestige telah mendukung sejumlah inisiatif sosial di Indonesia, termasuk pemeriksaan kesehatan gigi bagi anak-anak panti asuhan dan penanaman mangrove.
Kolaborasi dengan Kreasi Pemuda Tanpa Batas Surabaya telah berlangsung selama tiga tahun. Programnya berkembang dari pemeriksaan kesehatan gigi, penanaman 1.000 bibit mangrove, hingga bakti sosial kesehatan bagi lansia dan penyandang disabilitas.
BACA JUGA:Anatomi Psikologi Hari Lansia: Ketika Didengarkan Adalah Obat dan Dilibatkan Adalah Vitamin
BACA JUGA:Lansia, Mengapresiasi Kontribusinya bagi Masyarakat
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa kepedulian perusahaan dapat diwujudkan melalui beragam kegiatan. Namun, ukuran keberhasilan CSR tidak cukup berhenti pada jumlah acara, banyaknya bantuan, atau besarnya anggaran yang dikeluarkan.
Pertanyaan yang lebih mendasar ialah apakah program tersebut menjawab kebutuhan masyarakat dan menghasilkan manfaat yang berkelanjutan. Apakah akses kesehatan penerima manfaat menjadi lebih baik? Apakah kegiatan lingkungan memberikan dampak jangka panjang? Apakah komunitas lokal makin mampu mengembangkan program secara mandiri?
Pertanyaan itu penting agar CSR tidak terjebak menjadi agenda seremonial atau sekadar sarana membangun citra. Tanggung jawab sosial semestinya menjadi komitmen yang konsisten, terukur, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Pemuda Harus Menjadi Penggerak
Dimensi penting lainnya adalah keterlibatan generasi muda. Kreasi Pemuda Tanpa Batas Surabaya tidak hanya menjadikan kegiatan sosial sebagai sarana membantu masyarakat, tetapi juga ruang belajar bagi pemuda untuk mengembangkan kreativitas, bekerja sama, dan membangun karakter.
BACA JUGA:Menjadi Lansia yang Bahagia
BACA JUGA:Lansia Bekerja, Strategi Organisasi atau Peduli?
Founder organisasi tersebut, Ghifary Mahindisyah, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Prestige dan mitranya telah berlangsung selama tiga tahun. Ke depan pihaknya berkomitmen mengembangkan kegiatan yang memberikan dampak sosial lebih luas, terutama bagi generasi muda.
Kegiatan sosial memang memiliki nilai pendidikan yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas. Ketika berinteraksi dengan lansia, mendampingi penyandang disabilitas, atau membantu anak-anak berkebutuhan khusus, pemuda belajar memahami pengalaman hidup yang berbeda dari pengalaman mereka sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: