Memahami Tekanan Manajerial dan Dinamika Kantor serta Cara Menyikapinya
Pandangan karyawan terhadap atasan-Dokumentasi pexels-pexels foto
HARIAN DISWAY - Pasti Anda pernah merasa bingung atau kesal melihat kelakuan atasan di kantor. Di satu sisi, Anda dituntut untuk serba cepat, tanpa cela, dan tepat deadline.
Tapi di sisi lain, atasan sering memaklumi keterlambatan tim lain, membiarkan kesalahan rekannya, atau bahkan melanggar aturan yang dia buat sendiri.
Fenomena standar ganda itu kerap membuat pekerja merasa frustrasi dan menganggap atasan tidak adil. Tetapi terdapat dinamika di balik hal itu.
Fenomena standar ganda di dunia kerja sering kali tidak lahir dari niat jahat. Melainkan akibat tekanan manajerial (managerial pressure) yang sangat kompleks.
BACA JUGA:9 Kebiasaan dalam Dunia Kerja yang Membuat Anda Terlihat Tidak Profesional
BACA JUGA:Antara Prestasi dan Pengalaman, Mana yang Dibutuhkan dalam Dunia Kerja?
Sebagai jembatan antara manajemen puncak (top management) dan tim operasional, atasan berada di posisi yang serba terjepit.
Mereka menanggung tekanan target bisnis, dinamika politik kantor, serta tanggung jawab menjaga stabilitas tim.
Dalam psikologi organisasi, kondisi itu kerap memicu cognitive load yang tinggi. Sehingga keputusan atau perlakuan mereka terlihat kontradiktif di mata anak buah.
Memahami realitas itu bukan berarti Anda membenarkan ketidakadilan. Melainkan membantu Anda menyikapi situasi kantor secara lebih cerdas dan strategis.
BACA JUGA:5 Etos Kerja Orang Tionghoa, Patut Dicontoh untuk Sukses di Dunia Kerja
BACA JUGA:Crab Mentality di Dunia Kerja dan Cara Menghadapinya
Alasan di Balik Standar Ganda Atasan

Stress kerja kerap terjadi. Pahami atasan Anda dan beban yang menyertainya. Bicaralah empat mata untuk menyelesaikan masalah.-Dokumentasi pexels-pexels foto
• Tekanan Target dari Manajemen Atas: Atasan dihimpit oleh Key Performance Indicators (KPI) yang ketat dari jajaran direksi. Sehingga sering menuntut hasil serba cepat dari Anda. Demi mengamankan performa divisi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: