Loud and Clear, Selamat Jalan David Pandapotan Sirait

Loud and Clear, Selamat Jalan David Pandapotan Sirait

Dirut PT Terminal Teluk Lamong (2023-2026) David Pandapotan Sirait.-Pelindo-Pelindo

Sembilan tahun ia melakoni hidup sebagai staf operasional. Mengoperasikan RTG, mengemudikan forklift, hingga jadi tally man pencatat peti kemas. Semua ia lahap habis.

Bakat dan kerja kerasnya dilirik Jakarta International Container Terminal (JICT). David dikirim sekolah ke Hong Kong.

Ia belajar perencanaan kapal sandar. Pendidikannya ditingkatkan: S1 dan S2 Manajemen Transportasi Laut di Universitas Trisakti.

Tahun 2014, Pelindo memanggilnya pulang. Mengabdi untuk negara.

Gaji di tempat lama sudah Rp 100 juta per bulan. Di Pelindo cuma ditawari Rp 30 juta. Orang lain mungkin mikir sepuluh kali. David tidak. Ia pulang dengan kepala tegak.

Karier kepemimpinannya melesat. Di IPC Terminal Petikemas (IPCTPK), perusahaan yang tadinya rugi disulapnya jadi berbalik untung Rp 340 miliar.

Maret 2023, David dipercaya memimpin Terminal Teluk Lamong (TTL). Nadi logistik internasional di Selat Madura itu diserahkah ke tangannya.

Di bawah kepemimpinannya, arus peti kemas TTL menembus angka-angka fantastis. Bongkar muat curah kering melonjak. Integrasi operasional TPK Nilam, TPK Berlian, dan TTL dirombak total lebih efektif.

Bulan ini, di Hotel Pullman Singapore Orchard, TTL membawa pulang dua piala penghargaan pelabuhan tingkat Asia Tenggara. David berdiri di panggung internasional itu dengan senyum khasnya.

Di artikel Ulah Teluk Lamong itu, David menyisipkan satu quote penutup: "Excellence is not a destination, it is a journey." Kesempurnaan itu bukan tujuan akhir, tapi sebuah perjalanan.

Hari ini perjalanan panjang itu tuntas. Dari sopir truk di pelabuhan hingga jadi nahkoda super cerdik di dunia logistik Indonesia.

Selamat jalan, Pak David. Pesan dan pengabdianmu sudah kami terima: LOUD AND CLEAR!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: