Bitcoin Anjlok ke USD77.646, Dugaan Insiden Keamanan Binance Tekan Pasar Kripto

Bitcoin Anjlok ke USD77.646, Dugaan Insiden Keamanan Binance Tekan Pasar Kripto

Ilustrasi penurunan pasar kripto akibat masalah sistem keamanan Binance.-GPT-

HARIAN DISWAY – Pasar aset kripto tertekan Jumat, 30 Oktober 2026. Itu terjadi setelah Binance mengumumkan penyelidikan potensi masalah keamanan pada platformnya. Bitcoin merosot ke level terendah dalam enam minggu, sementara sejumlah aset digital utama lainnya turut mencatat penurunan.

Berdasarkan data CoinGecko yang dikutip Reuters, harga Bitcoin sempat menyentuh USD77.646. Angka tersebut menjadi level terendah dalam enam minggu terakhir. Ethereum juga melemah hingga USD2.238,76, level terendah dalam dua bulan.

Tekanan lebih besar terlihat pada token BNB yang diterbitkan Binance. Aset tersebut turun lebih dari 8 persen dalam 24 jam menjadi sekitar USD694.

Penurunan terjadi setelah Binance menyampaikan bahwa tim keamanan sedang memeriksa laporan mengenai potensi gangguan keamanan. Perusahaan menyatakan belum mengonfirmasi adanya dampak terhadap dana pengguna dan menegaskan aset pelanggan tetap aman.

BACA JUGA:Harga Bitcoin Anjlok 4,14 persen dalam Sehari, Ethereum Lebih Parah! Ini Penyebabnya...

BACA JUGA:Harga Bitcoin Bisa Mencapai USD 100 Ribu usai Bitcoin Halving Day

Lebih dari USD2,5 Miliar Aset Dibekukan

Insiden tersebut mendorong Binance dan sejumlah perusahaan kripto bekerja sama untuk melacak serta membekukan aset yang diduga berkaitan dengan aktivitas mencurigakan.

"Aset kripto senilai USD2,54 miliar dibekukan selama proses penyelidikan," ungkap Binance dalam laporan terpisah pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Jumlah tersebut berpotensi bertambah seiring upaya perusahaan melacak aliran dana bersama aparat penegak hukum dan mitra industri.

Penerbit stablecoin Tether menyatakan telah membekukan hampir USD1,57 miliar aset terkait insiden tersebut. Sementara itu, Circle membekukan lebih dari USD800 juta.

BACA JUGA:Harga Bitcoin Jatuh di Awal Tahun, Ini Penyebabnya Utamanya!

BACA JUGA:Internet di Kazakhstan Diputus, Penambangan Crypto dan Bitcoin Merosot

Pendiri Binance Changpeng Zhao juga menyebut perusahaan kripto Ripple telah membekukan sekitar USD200 juta aset.

Langkah pembekuan dilakukan untuk membatasi pergerakan aset yang diduga berkaitan dengan insiden keamanan. Meski demikian, angka aset yang dibekukan tidak otomatis menunjukkan total kerugian atau jumlah dana yang berhasil dicuri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: