DPRD Gresik Dukung Pengembangan RSUD Gresik Sehati: Tingkatkan PAD, Perkuat Layanan Kesehatan
IGD RS Sehati Gresik.-DISKOMINFO GRESIK-
Memasuki Januari hingga Februari 2026, jumlah kunjungan meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan fase awal operasional. Pelayanan rawat inap juga menunjukkan perkembangan. Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) mencapai sekitar 83 persen. Capaian tersebut memperlihatkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan rumah sakit.
Peningkatan juga terlihat pada instalasi gawat darurat (IGD). Jika pada Januari 2025 hanya terdapat tiga pasien, jumlahnya meningkat menjadi 109 pasien pada Januari 2026. Secara keseluruhan, IGD telah melayani 179 pasien sejak awal operasional. Sementara itu, layanan kamar operasi telah menangani 51 pasien sejak mulai melayani tindakan, termasuk pasien BPJS Kesehatan, pada Agustus 2025.
Perkembangan tersebut menjadi modal penting untuk memperluas layanan dan meningkatkan kontribusi rumah sakit terhadap PAD. Semakin lengkap jenis pelayanan yang tersedia, semakin besar pula peluang masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan milik daerah. Penguatan layanan spesialis juga dapat meningkatkan efektivitas penanganan pasien sekaligus mendukung efisiensi pembiayaan kesehatan.
"Rumah sakit ini harus tumbuh dengan perencanaan yang benar. SDM ditambah sesuai kebutuhan riil. Fasilitas diperkuat bertahap. Yang terpenting, kualitas pelayanan kepada masyarakat terus meningkat," tegas Alif.
Selain peningkatan SDM dan fasilitas, penguatan sistem informasi rumah sakit juga menjadi prioritas. RSUD Gresik Sehati telah menggunakan Sistem Informasi Manajemen GOS (SIMGOS) sejak Januari 2026. Pembaruan sistem dan penambahan kapasitas server turut disiapkan untuk mendukung administrasi, pencatatan pelayanan, serta pengelolaan keuangan yang lebih tertib dan transparan.
Pembenahan tersebut sejalan dengan Rencana Strategis BLUD RSUD Gresik Sehati 2025–2029. Pengembangan rumah sakit diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, kapasitas SDM, serta kelengkapan sarana dan prasarana sesuai standar rumah sakit tipe C.
Sinergi DPRD, pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, dan manajemen rumah sakit menjadi kunci untuk mewujudkan target tersebut. Dukungan kebijakan dan penganggaran yang tepat akan membantu rumah sakit mempercepat pemenuhan kebutuhan pelayanan. Di sisi lain, manajemen perlu memastikan setiap sumber daya dimanfaatkan secara efektif dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Dengan penguatan yang terencana, RSUD Gresik Sehati diharapkan semakin kompetitif sebagai fasilitas kesehatan daerah. Peningkatan kualitas pelayanan akan memperkuat kepercayaan masyarakat, memperluas jangkauan pasien, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan layanan kesehatan yang lebih merata dan memperkuat kemandirian keuangan daerah. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: