Benang Kusut Mitos Kesehatan Bayi (3): Jangan Tanya Medsos
APLIKASI PRIMAKU menjadi sarana belajar bagi ibu-ibu muda untuk memantau tumbuh kembang anak dan dapat diunduh langsung melalui App Store.-Daffa Hilmi Rabbani-Harian Disway
Disinformasi kesehatan bayi bertebaran di media sosial, mulai dari mistifikasi sawan hingga nekat mencokoki bayi dengan madu dan air tajin. Dokter Spesialis Anak RS KORPRI Pura Raharja Surabaya dr Rahmah Yashinta SpA meminta ibu-ibu muda berhenti menjadikan linimasa sebagai rujukan medis utama.
PERKARA mengasuh anak zaman sekarang itu unik. Layar HP hidup 24 jam. Saran medis dari dokter belum tentu dibaca, sedangkan petuah asal ketik di media sosial ditelan mentah-mentah.
Dokter Rahmah miris melihat fenomena itu. Kebiasaan lama yang berbalut mistis sering muncul lagi dalam kemasan konten video. Ibu-ibu muda yang panik langsung percaya.
“Padahal media sosial sering menampilkan disinformasi. Kita seharusnya bersikap bijak terhadap informasi yang beredar,” kata dr Rahmah kepada Harian Disway, Jumat, 30 Oktober 2026.
Contoh paling klasik: urusan sawan. Anak panas, demam, lalu kejang. Langsung dituduh kena guna-guna atau ketempelan roh tempat angker. Logika medis tidak dilirik.
Padahal, panas itu pertanda tubuh anak sedang bertempur melawan infeksi. “Sebenarnya, tanpa disebut sawan pun, demam pada anak di bawah 5 tahun itu punya risiko tinggi untuk kejang, namanya kejang demam,” jelas dr Rahmah.
BACA JUGA:Benang Kusut Mitos Kesehatan Bayi (1): Rapuh Sejak dalam Kandungan
BACA JUGA:Benang Kusut Mitos Kesehatan Bayi (2): Gagasan Budaya Terbentur Algoritma
Logika biologisnya masuk akal. Otak anak balita itu belum siap meredam suhu yang melonjak cepat.
“Saat suhu tubuh anak naik pesat, sel otak gagal menyeimbangkannya hingga memicu loncatan arus listrik yang membuat anak kejang,” terang Rahmah.
Kejang yang didahului demam justru pertanda imun anak sedang bekerja dan biasanya akan hilang sendiri ketika usianya lewat 5 tahun. Yang bikin dr Rahmah khawatir justru kalau kejang datang tanpa demam sama sekali. Itu sinyal epilepsi yang wajib diperiksakan ke dokter.
Pegangan ibu-ibu sebetulnya gampang: sediakan termometer di rumah. Jika suhu tubuh di atas 37,5°C, itu demam. Begitu menembus 38,5°C, siap-siap bahaya kejang.
Masalah lain yang tak kalah bikin elus dada adalah urusan makan. Bayi rewel sedikit, langsung dituduh kurang kenyang. Lalu disuapi air tajin, dicokoki madu, sampai dipaksa makan telur mentah. Padahal umur si bayi belum ada 6 bulan.
Dokter Rahmah mengingatkan aturan dasarnya. Air Susu Ibu (ASI) di 6 bulan pertama kehidupan itu sudah mencukupi, baik dari kebutuhan kalori, cairan, makronutrien, maupun mikronutrien. “Di usia itu, bayi belum boleh diberi makanan padat,” ucapnya.
BACA JUGA:Mitos dan Fakta Air Es Bikin Perut Buncit dan Tubuh Gendut
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: