Anggota Basarnas Surabaya melakukan demo penyelamatan korban yang digelar di halaman kantor mereka , Kantor SAR Kelas A jalan Juanda Sidoarjo Rabu 11 Februari 2026. Teknik penyelamatan dengan istilah Verical Ladder ini memanfaatkan tangga sebagai alat untuk mengevakuasi korban dari ketinggian. Dalam hitungan menit lima anggota Basarnas berhasil melaksanakan simulasi misi kemanusian itu. Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, memastikan para personel dan alat utama (alut) Basarnas Surabaya selalu siaga 24 jam menghadapi potensi kedaruratan . Ia juga menekankan perhatian khusus terhadap wilayah perairan utara Jawa Timur. Menurutnya, area tersebut memiliki potensi risiko kedaruratan yang tinggi. “kejadian kapal tenggelam atau hilang kontak di perairan utara Jawa Timur meningkat akibat tingginya gelombang laut imbas cuaca buruk pada musim hujan kali ini” tambah Nanang. Foto : Boy Slamet : Harian Disway
Nanang Sigit menjelaskan, komunikasi intensif dengan pihak-pihak terkait seperti Kepolisian Perairan (Polair) serta TNI Angkatan Laut (AL) turut menjadi fokus Kantor SAR Surabaya dalam menghadapi potensi kedaruratan di wilayah perairan utara Jatim. "Selain cuaca buruk, kami juga tengah mempersiapkan kesiagaan khusus menjelang bulan Ramadhan dan juga Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Nantinya tim-tim tersebut akan memfokuskan kesiagaan di wilayah-wilayah destinasi wisata sekaligus daerah yang rawan mengalami kecelakaan di wilayah kerja kami," Imbuhnya
Foto : Boy Slamet-Harian Disway
Melalui peningkatan kesiapsiagaan ,Basarnas Surabaya berharap risiko bencana dan kecelakaan dapat ditekan, sekaligus memastikan proses pencarian dan pertolongan berjalan cepat dan efektif apabila terjadi insiden.
Kantor SAR Surabaya siap untuk menerjunkan personel hingga mendirikan posko selama masa libur lebaran di wilayah-wilayah rawan tersebut, demi memastikan penanganan kedaruratan dapat berjalan secara optimal.
Foto Boy Slamet- Harian Disway