Mengenal Aplikasi Belanja Makanan Online: MOOPO, IRG dan Kam5ia, Karya Arek Suroboyo

Jumat 08-07-2022,21:28 WIB
Reporter : Salman Muhiddin
Editor : Salman Muhiddin

Transaksi penjualan makanan dan minuman secara online di Surabaya sudah mencapai 40 persen. Padahal sebelum pandemi angkanya cuma 10 persen. Peluang itu ditangkap oleh arek-arek kreatif Suroboyo yang menelurkan aplikasi MOOPO, IRG dan Kam5ia.

Ketiganya bertujuan membantu transformasi industri food and beverage (F&B) yang mulai menggeliat. 

Founder Moopo, IRG dan Kam5ia, Richard Andrea menghadirkan tiga aplikasi itu untuk membantu pengusaha kuliner berskala besar atau kecil. Tentu juga memberikan kemudahan dan harga yang lebih terjangkau bagi konsumen.

"Para pedagang dan pengusaha tidak perlu menaikkan atau markup harga produknya saat menjual secara online, namun sesuai dengan harga makan di tempat. Di sisi lain, konsumen pun bisa lebih senang memesan produk maupun makanan dan minuman tanpa terbebani biaya komisi," kata Richard saat pengenalan 3 aplikasi miliknya di GIOI Tunjungan Plaza 5 Surabaya, Kamis, 7 Juli 2022.

Sudah banyak aplikasi serupa. Namun, banyak pelaku bisnis kuliner maupun konsumen mulai 'gerah' dengan biaya-biaya tambahan yang dibebankan.

Atas alasan itu, Richard melalui PT Imaji Cipta memunculkan MOOPO, IRG dan Kam5ia. Ketiganya diklaim lebih 'ramah' pada pelaku bisnis maupun konsumen.

IRG adalah singkatan dari Indonesian Resto Guide.  Aplikasi ini bisa digunakan untuk dine in, delivery, take away, hingga reservasi di restoran maupun kafe.

 

"Aplikasi ini memudahkan pemilik resto atau kafe dalam memberikan layanan pemesanan karena menu cukup digital dan langsung bisa dilihat di ponsel konsumen. Termasuk pesan tempat, jadi konsumen tak perlu menunggu dan bisa tahu total pembayarannya," jelasnya.

Sementara aplikasi Kam5ia merupakan akronim dari Kaki Lima Indonesia, yang diperuntukan bagi konsumen yang hendak melakukan pembelian secara delivery dan take away untuk kuliner di jenis Kaki Lima, Food Stall, Food Truck, Toko Roti dan Kue, Toko Oleh-Oleh, hingga Cloud Kitchen.

Sedangkan aplikasi MOOPO yang akronim dari Massive Online Open Pre Order, diperuntukkan bagi mereka pelaku bisnis kuliner pemula yang melayani penjualan secara PO (pre order).

Banyak pebisnis F&B yang belum menggunakan penjualan online yang memadai. “Sayangnya untuk berjualan ini mereka hanya berdasarkan pertemanan dan persaudaraan, jadi kurang meluas. Nah, MOOPO hadir untuk membantu mereka," lanjut Richard.

Menurutnya, penjualan PO ini memiliki beberapa keunggulan, yaitu waste barang akan berkurang, karena hanya membuat sebanyak pesanan saja, dan bisa dapat DP, dan lain-lain. "Namun MOOPO juga terbuka untuk resto dan cafe yang ingin menerima pesanan secara PO," ungkapnya.

"Pengusaha juga akan mendapat data base pembeli secara real time, dan uang penjualan langsung masuk rekening pengusaha," lanjut Richard.

Berbeda dengan aplikasi perpesanan makanan yang selama ini ada. Pihaknya hanya mematok fee Rp 1.000 per transaksi bagi konsumen. Angka ini jauh lebih murah dibanding kompetitor lain.

Kategori :