Lubia Polo, Kuliner Khas Iran dalam 7th Voyage of Sinbad

Lubia Polo, Kuliner Khas Iran dalam 7th Voyage of Sinbad

Cerita besar pelaut legendaris itu diterjemahkan langsung ke dalam hidangan iftar yang kaya rempah dan budaya.--Harian Disway

HARIAN DISWAY - Ramadan tahun ini, banyak cara berbeda untuk merayakan momen berbuka puasa. Seperti yang dilakukan berbagai hotel di Surabaya.

Salah satunya The Southern Hotel. Hotel tersebut merilis iftar buffet bertajuk 7th Voyage of Sinbad. Menyajikan beragam menu lintas-negara.

Sinbad merupakan pelaut legendaris dari Timur Tengah. Sosoknya identik dengan perjalanan, keberagaman, dan perjumpaan lintas budaya. Nilai-nilai tersebut dinilai selaras dengan makna Ramadan yang penuh refleksi dan kebersamaan.

Budi Wahyu Utomo, General Manager The Southern Hotel Surabaya, menyebut konsep itu untuk menghadirkan pengalaman berbuka yang unik dan beragam. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

BACA JUGA:Ayam Bumbu Rujak, Perpaduan Pedas Manis, Cocok untuk Buka Puasa

BACA JUGA:10 Kegiatan Seru untuk Anak SD Sambil Menunggu Waktu Berbuka Puasa

“Sinbad merepresentasikan perjalanan dan keberagaman. Ramadan kami maknai sebagai momen berbagi dan perjumpaan. Itu kami terjemahkan lewat menu. Juga suasana dan cerita,” ujarnya.


Berbuka tak sekadar soal menu. Di The Southern Hotel Surabaya, iftar jadi pelayaran rasa lintas 7 negara lewat “7th Voyage of Sinbad”.--Harian Disway

Nuansa legenda Sinbad terasa sejak pintu masuk. Para staf mengenakan busana khas. Berkesan pelaut klasik Timur Tengah masa lalu.

Dari sisi menu, terdapat kuliner dari tujuh negara. Yakni Irak, Iran, Mesir, India, Sri Lanka, Yaman, dan Oman. Setiap negara diumpamakan sebagai satu tahap pelayaran. Dengan karakter rasa yang berbeda.

Executive Chef The Southern Hotel Surabaya Sarto menjelaskan, penyusunan menu dilakukan layaknya menyusun rute perjalanan.

BACA JUGA:Ayam Bumbu Rujak, Perpaduan Pedas Manis, Cocok untuk Buka Puasa

BACA JUGA:Berbuka Puasa dengan yang Manis, Mitos atau Fakta?

“Setiap negara memiliki karakter sendiri. Mulai dari olahan rempah Timur Tengah hingga kari Asia Selatan, dengan beberapa sentuhan fusion. Supaya tetap akrab di lidah orang Indonesia,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: