Jatim Dipercaya Jadi Tuan Rumah Kejurnas Wushu Piala Presiden 2022

Senin 01-08-2022,09:38 WIB
Reporter : Mohamad Nur Khotib
Editor : Doan Widhiandono

TENTU para pencinta wushu masih ingat dengan kemeriahan Disway Open Wushu Championship 2022. Saat itu terselenggara pada 25-27 Maret di Graha Unesa. September nanti, ajang yang lebih besar menanti: Kejuaraan Nasional Wushu Piala Presiden 2022-Final Stage Wushu Junior. Sekaligus memperebutkan Piala Menpora dan Piala Airlangga Hartarto.

 

Pelaksanaannya mulai 16-22 September di Graha Unesa. Harian Disway dipercaya oleh Pengprov Wushu Jawa Timur sebagai penyelenggara.

 

Ajang itu bakal menyajikan nomor Taolu untuk kelas senior dan junior. Atlet Taolu senior adalah kontingen provinsi. Sedangkan atlet Taolu junior akan berlaga dalam final stage Sirkuit Nasional (Sirnas). Artinya, mereka adalah lolos pada Sirnas I dan II.

 

Begitu juga di cabang Sanda. Bedanya, atlet junior Sanda adalah mereka yang lolos dari Sirnas I. “Yang Sanda nanti bisa langsung final tanpa seri dua. Untuk nomor Tradisional (Kungfu) masih belum diputuskan. Kemungkinan dalam waktu dekat,” kata Sekjen PB Wushu Indonesia Ngatino saat dihubungi, kemarin (31/7). Yang jelas, event tersebut adalah momen yang luar biasa. Atlet-atlet daerah bakal memompa semangat lebih kuat lagi.

 

Apalagi Jawa Timur menjadi juara umum di selama dua kali berturut-turut. Yakni saat Piala Presiden di Yogyakarta pada 2018 dan di Bangka Belitung pada 2019. Akumulasi medali kelas junior dan senior Jatim tertinggi.

 

“Kalau Jatim bisa jadi juara umum lagi maka bisa dipastikan Jatim jadi juara tetap,” tandas Ngatino. Sementara jika Piala Presiden diraih oleh provinsi lain, maka piala tersebut akan terus bergilir sampai ada yang menjadi juara tetap.

 

Ajang tersebut merupakan babak kualifikasi kejuaraan dunia. Sehingga para pemenang akan diikutkan pelatihan nasional.

 

“Sekarang Jatim jadi tuan rumah setelah puluhan tahun lalu,” jelasnya. Tentu posisi tuan rumah lebih diuntungkan. Maka ia menyarankan untuk mengirim atlet Sanda sebanyak-banyaknya. Mengingat pada sirkuit pertama Jatim tidak mengirim atlet Sanda sama sekali.

 

Menurut Ngatino, jumlah peserta Taolu di final stage nanti mencapai lebih dari 100 atlet. Dari jumlah itu akan disaring yang terbaik. Yakni untuk dimasukkan ke pelatnas pertama. “Yang menang akan kami ikutkan pelatnas untuk kejuaraan dunia,” jelasnya. (Mohamad Nur Khotib)

 

Kategori :