Imunitas dan Vaksin Cacar Monyet

Selasa 30-08-2022,07:39 WIB
Oleh: *) Ari Baskoro

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Belum usai persoalan pandemi Covid-19, kini dunia dikejutkan dengan fenomena merebaknya cacar monyet. Sifat penyebarannya yang tidak lazim di luar area endemis, menjadi kekhawatiran baru. 

Hingga saat ini penyakit yang biasanya endemis seputar Afrika Tengah dan Barat itu, telah terdeteksi di 98 negara di dunia. Indonesia termasuk negara yang telah melaporkan satu kasusnya. Tidaklah mengherankan bila Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyatakannya sebagai darurat kesehatan global. Pernyataan itu diumumkan pada 24 Juli 2022.

Sebagai wujud antisipasi agar penyakit tersebut tidak meluas di tanah air, Presiden Joko Widodo segera menginstruksikan pengadaan vaksin. Seperti halnya pencegahan terhadap paparan Covid-19 dan penyakit menular lainnya, vaksinasi cacar monyet bertujuan menginduksi sistem imun yang protektif.

Fungsi Sistem Imun

Sistem imun atau pertahanan tubuh, sangat diperlukan dalam kehidupan faali manusia. Lingkungan hidup manusia dipenuhi bermacam-macam mikroba yang dapat menimbulkan berbagai macam infeksi.

Bakteri, virus, jamur dan parasit, setiap saat berpotensi menimbulkan penyakit. Itu bisa terjadi bila sistem imun mengalami disfungsi yang disebut sebagai defisiensi sistem imun (immunodeficiency/immunocompromised).

Terganggunya atau kegagalan fungsi sistem imun yang demikian ini, kadang kala bisa terjadi. Baik yang terjadi pada sistem humoral (pembentukan antibodi), ataupun seluler. Penyebabnya pun sangat bervariasi. 

Pembentuk Imunitas

Untuk mendapatkan status imunitas yang optimal, ternyata hanya memerlukan cara yang relatif sederhana.

Pertama, pola makan yang sehat dan seimbang. Nutrien dalam diet yang seimbang, mengandung berbagai macam vitamin dan mineral. Dalam bentuk alami ini, lebih mudah diserap dibandingkan pemberian suplemen. Dari perspektif ilmiah, pendapat ini didukung banyak penelitian. Makanan alamiah yang berserat tinggi, sangat mendukung pertumbuhan mikrobiom. Mikrobiom adalah mikroba usus yang bersifat komensal dan sangat berperan penting dalam memelihara imunitas tubuh. 

Kedua rutin berolahraga. Olahraga terbukti secara ilmiah dapat memodulasi aktivitas sistem imun. Selama dan setelah melakukan aktivitas olah raga, dilepaskanlah mediator-mediator yang berperan pada mekanisme pengendalian  peradangan. 

Waktu olahraga yang direkomendasikan adalah sekitar 150 menit setiap minggunya. Idealnya dilakukan selama 30 menit setiap kali latihan. Setidaknya dalam tiga hingga lima hari per minggunya.

Ketiga tidur teratur. Pola tidur yang teratur setiap harinya dapat mengendalikan melatonin. Melatonin merupakan hormon neurotropik yang disekresi oleh kelenjar pineal di otak. Peranannya sangat penting dalam ritme biologi, sistem imun dan sebagai anti oksidan. 

Produksinya dikendalikan oleh reseptor pada retina mata yang peka terhadap cahaya. Dianjurkan untuk tidur setidaknya tujuh hingga delapan jam per hari secara teratur (memelihara siklus sirkadian). 

Keempat hindari merokok atau mengonsumsi alkohol. Kedua faktor ini, dapat menghambat aktivitas sistem imun yang fisiologis. Dan terakhir mengendalikan stres. Strateginya berupaya mengubah pola hidup, menuju yang lebih sesuai atau  mengerjakan hobi yang disukai. 

Tags :
Kategori :

Terkait