Sperma Palsu, Diduga Gel atau Kanji

Selasa 14-03-2023,04:30 WIB
Reporter : Djono W. Oesman

Pelaku yang diadukan Eleanor adalah pebisnis Inggris, Mohammed Ramzan, 43. Kejadian pada akhir tahun lalu. Eleanor menyertakan bukti foto-foto, mata kanan bengkak membiru, dan di perut ada banyak bekas luka. 

Eleanor melapor ke polisi. Dikatakan, setelah diperkosa Ramzan, dirinyi dijual sebagai budak seks kepada 15 pria keturunan Asia. 

Laporan itu diunggah Eleanor ke medsos sehingga viral. Dalam sehari, unggahan tersebut dikomentari lebih dari 100 ribu warganet. Semua warganet yang komentar mengutuk Ramzan. Efeknya meluas ke seluruh wilayah Inggris. Restoran milik orang Asia di sana langsung sepi pengunjung. Warga Inggris marah.

Polisi memeriksa, lalu menahan Ramzan yang sudah berkeluarga punya dua anak. Keluarga Ramzan dirundung warganet. 

Ternyata, setelah beberapa hari polisi menyidik, laporan Eleanor dinyatakan palsu. Semua saksi yang ditunjuk Eleanor menyangkal. Bahkan, para saksi mengaku tidak kenal Eleanor. Maka, kondisi berbalik, Ramzan dibebaskan, Eleanor ditahan karena membuat laporan palsu. Kini masih dalam proses sidang. 

Polisi Inggris memeriksakan Eleanor ke psikiater. Hasilnya, dinyatakan Eleanor menderita munchausen syndrome (MS). Itu jenis kelainan jiwa, suka menyakiti diri sendiri. Juga, gemar mengaku disakiti dan diperkosa.

Dr Jane Fisher dalam karyanyi bertajuk Playing patient, playing doctor: Munchausen syndrome, clinical S/M, and ruptures of medical power, dipublikasi di jurnal ilmiah The Journal of Medical Humanities (2006), menyatakan bahwa pengidap munchausen syndrome suka membikin gangguan buatan. 

Di antaranya, menyakiti diri sendiri. Banyak kasus pengidap MS yang mengaku diperkosa, dengan bukti-bukti seolah valid. Namun, sesungguhnya palsu.

Fisher dosen juga peneliti psikiatri di Fakultas Kedokteran, Monash University, Melbourne, Australia. Dia menulis tentang SM itu hasil riset terhadap pasien.

Dipaparkan, pengidap MS suka membesar-besarkan atau menciptakan sesuatu yang tidak ada, berbentuk gejala penyakit pada diri sendiri. Bisa juga menyakiti dirinya langsung. Tapi, kebanyakan mengarang suatu cerita, seolah dirinya teraniaya oleh orang lain. Tujuannya tidak jelas. 

Banyak dokter menganggap pengidap MS cuma mencari perhatian. Padahal, perilaku pengidap MS selalu berulang. Menyakiti diri sendiri atau cerita bahwa dirinya dianiaya orang.

Dalam beberapa kasus ekstrem, orang dengan MS sangat berpengetahuan tentang praktik kedokteran. Juga, bisa menghasilkan gejala yang mengakibatkan analisis medis yang panjang dan mahal.

Penyebab pasti belum diketahui dunia kedokteran. Peneliti percaya, faktor biologis dan psikologis berperan dalam perkembangan gangguan jiwa itu. Faktor risiko untuk mengembangkan gangguan buatan mungkin termasuk trauma masa kanak-kanak. Atau, tumbuh dengan orang tua atau pengasuh yang tidak tersedia secara emosional (tidak sayang pada anak tersebut).

Satu-satunya jalan sembuh cuma diterapi psikologis. 

Di kasus Yunita, menurut AF, dia suka menyilet tangan setelah berhubungan seks. Itu masochist. Kelainan seks, suka menyakiti diri sendiri saat berhubungan seks, dan itu menimbulkan kepuasan. Yunita juga mengaku diperkosa, yang terbukti palsu. Apakah dia mengidap MS?

Pengidap MS suka mengaku diperkosa, menurut Fisher, tanpa tujuan jelas. Sedangkan, Yunita mengaku diperkosa untuk melawan laporan 17 anak yang dia lecehkan. Dua hal beda. 

Kategori :