PASURUAN, HARIAN DISWAY - Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan sedang menggagas terbentuknya kampung tematik onde-onde 'bondet'. Arahnya kampung tersebut akan dijadikan jujugan wisatawan yang ingin membeli oleh-oleh khas Kota Pasuruan. Apalagi onde-onde 'bondet' sudah terbukti awet dikirim ke luar kota.
Lurah Karanganyar Rafli S Dwi mengatakan, potensi kuliner itu digagas Ismatul Laila di RW 7 setempat. Ia mahir membuat onde-onde seukuran bola sepak takraw. "Dinamakan onde-onde bondet karena ukurannya yang ibaratnya sanggup meledakkan perut kalau dimakan. Saking besarnya ukuran onde-onde ini," ungkap Rafli pada Harian Disway. Di tangan Ismatul Laila, onde-onde ukuran jumbo itu diolah menjadi hidangan yang awet renyah hingga dua hari tanpa bahan pengawet. Ramainya pembeli yang memesan onde-onde 'bondet' itu membuat Ismatul kuwalahan.Wasuki ,Kasi Sarpras pada Kecamatan Panggungrejo memperlihatkan onde-onde bondet hasil produksi UMKM Kelurahan Karanganyar.-Humas Pemkot Pasuruan- "Sehari bisa laku sampai ratusan. Apalagi kalau musim nikahan. Banyak yang pesan untuk hantaran dan dibawa sampai luar kota. Pernah dibawa sampai ke Cirebon, Alhamdulillah awet dan masih kres-kres," kata Ismatul. BACA JUGA:Cara Gus Ipul Hidupkan Perpustakaan Sekolah di Kota Pasuruan BACA JUGA:Kota Pasuruan Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah Hari Lansia Nasional 2023 Perbiji onde-onde tersebut dihargai Rp 5 ribu. Kunci kerenyahan onde-onde 'bondet' itu adalah di api penggorengan yang harus stabil. Ismatul memulai berjualan onde-onde 'bondet' sejak tahun 2009. Ke depannya Ismatul akan dijadikan istruktur untuk mengajarkan cara membuat onde-onde pada ibu-ibu lainnya. "Saya berharap memang bisa menularkan ilmu membuat onde-onde ini. Supaya saat banyak pesanan saya tidak kuwalahan," imbuhnya. (*)