Jatim Bersiaga Antisipasi Karhutla, Gubernur Bentuk Satgas Khusus

Kamis 08-06-2023,15:01 WIB
Reporter : Michael Fredy Yacob
Editor : Taufiqur Rahman

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus meningkat seiring dengan masuknya Indonesia ke Musim Kemarau. Pemprov Jatim membentuk Satgas khusus.

 

Menurut BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. "Bulan Juni sudah masuk Kemarau. Ditambah dengan kemunculan El-Nino di awal tahun. Jadi memang harus diantisipasi," kata Plt. Deputi Klimatologi BMKG Dodo Gunawan pada harian disway.

 

Tak ketinggalan, Pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Timur berusaha melakukan pencegahan. Dengan membentuk tim siaga gabungan pengendalian karhutlah Jatim. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang memimpin apel tim itu, di Lapangan Kaliandra Resort, Pasuruan.

 

BACA JUGA:Tiket KAI Bisa Dipesan 90 Hari Sebelum Keberangkatan, Catat Tanggal Berlakunya

BACA JUGA:AHY Sementara ini Belum Tergoda Jadi Cawapres Ganjar

 

Apel itu dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan personel, peralatan, sarana dan prasarana penanganan karhutla.

 

“Ada tim dari kehutanan, ada polisi hutan, ada pengelola Taman Nasional, cukup banyak di Jawa Timur. Kemudian ada relawan, ada BPBD, ada BNPB tentu dikuatkan Pemkab/Pemkot,” kata Khofifah, Rabu, 7 Juni 2023.

 

Berdasarkan data laporan Dinas Kehutanan Jawa Timur, dalam jangka waktu empat tahun terakhir, kebakaran hutan di provinsi itu menunjukkan tren penurunan.

BACA JUGA:Sandy Walsh Cedera saat Latihan di Lapangan Thor Surabaya

BACA JUGA:Hari Ketiga Latihan di Surabaya, Skuad Garuda Belum Lengkap

Di 2019 seluas 7.550,09 Hektar atau 0,55 persen lahan yang terbakar. Lalu, 2020 turun menjadi 940,14 Hektar atau 0,07 persen. Di 2021 seluas 466,95 Hektar atau 0,034 dan 2022 seluas 390,50 Hektar atau 0,028 persen dari luas kawasan hutan di Jawa Timur.

 

“Kita ingin penurunan ini terus berlanjut. Sehingga butuh komitmen bersama untuk menjaga hutan dan lahan kita. Termasuk, bagaimana pengendalian kebakaran hutan dan lahan di area terdekat yang bisa kita lakukan,” ucapnyi.

 

Menurutnya, setiap kebakaran hutan dan lahan berdampak pada ekosistem  keanekaragaman hayati. Serta meningkatnya potensi bencana alam akibat karhutla. Seperti banjir, longsor dan sebagainya.

 

BACA JUGA:Mason Mount Mendekat ke Manchester United, Tak Cocok Gaji di Chelsea

BACA JUGA:Hanya Ada 100 Unit, All New Honda Civic Type R Langsung Ludes

 

“Kita tidak boleh melihat kecilnya area kebakaran hutan dan lahan. Karena, kalau itu kemudian keragaman hayati mengalami kepunahan, itu tidak  bisa dihitung dengan setara finansial berapapun,” tegas Ketua Umum PP Muslimat NU ini.

 

Oleh karena itu, beberapa langkah antisipasi dan mitigasi dilakukan. Saat ini Kota Batu sudah mulai ada kebakaran di Panderman. Itu tingkat kecuramannya sampai 70 derajat. Posisi seperti ini tidak mudah kalau hanya menggunakan peralatan peralatan manual,” jelasnya.

 

Kolaborasi dan koordinasi dari berbagai lintas sektor sangat diperlukan untuk mengantisipasi adanya Karhutla di Jatim. Di 2019 lalu, dengan adanya bantuan water bombing dari BNPB, karhutla bisa ditangani dengan cepat.

 

BACA JUGA:5 Fakta tentang Numbers, Drakor Comeback Kim Myung-soo Setelah Wamil

 

Pemprov Jatim pun sudah mengeluarkan Keputusan Gubernur Jatim nomor: 188/94/KPTS/013/2023 Tertanggal 28 Februari 2023 tentang Satuan Tugas Pengendali Provinsi Penanganan Karhutla Jawa Timur.

 

Nantinya juga akan dilakukan rapat koordinasi (Rakor) Brigade pengendalian karhutla. Lalu pembentukan dan pembinaan masyarakat peduli api. Upaya pencegahan lainnya dilakukan seperti patroli terpadu juga akan terus ditingkatkan. 

 

Selain itu, Khofifah juga memperingatkan semua pihak untuk mengindahkan peringatan BMKG bahwa musim kemarau 2023 akan lebih kering dibandingkan tahun 2022. “Saya menghimbau agar mengantisipasi potensi El Nino. Yakni dengan melakukan berbagai langkah,” jelasnya. (*)

Kategori :