Sopir Peras Turis Asing, Gubernur Bilang Begini...

Jumat 23-06-2023,04:00 WIB
Reporter : Djono W. Oesman
Editor : Yusuf Ridho

Sopir taksi pangkalan di Kuta, Bali, Kadek Eka, 40, memeras turis Singapura, Calysta T. Ng, 27. Kasus itu jadi membesar. Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan, taksi online dilarang seenaknya mengambil penumpang di Bali. Wayan cenderung membela taksi pangkalan.

PERISTIWA itu awalnya sepele. Selasa, 20 Juni 2023, pukul 09.30 Wita, Calysta bersama temannyi check out dari vila di Jalan Padang Linjong, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Bali. Mereka hendak menuju Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

Petugas vila, tanpa persetujuan Calysta, langsung keluar vila, memberi tahu ke sopir-sopir taksi pangkalan di pos transportasi Padang Linjong, dekat vila itu. Maka, sopir taksi Kadek Eka siap-siap membawa penumpang. Tarif ditentukan Kadek Rp 270 ribu menuju bandara.

Setelah tahu besaran tarif, Calysta merasa kemahalan. Lalu, dia memesan taksi online via HP. 

Tak lama, taksi online tiba di pintu keluar vila. Calysta dan temannyi masuk taksi. Ketika akan berangkat, taksi dicegat Kadek yang merasa berhak membawa penumpang. Taksi pun berhenti.

Kadek menggedor pintu mobil. Calysta dan temannyi yang duduk di jok belakang membuka jendela mobil. Terjadilah cekcok. Kadek tak terima, Calysta jadi makin takut naik taksi Kadek.

Jalan tengah versi Kadek, Calysta diharuskan membayar Rp 150 ribu ke Kadek. Semula Calysta menolak. Setelah cekcok keras, Calysta setuju membayar Rp 100 ribu. Kadek tetap menuntut Rp 150 ribu.

Selama cekcok, teman Calysta merekam video dengan HP. Wajah Kadek sangat jelas di situ. Marah-marah. Saat itu juga video diunggah di YouTube. Durasi enam menit.

Spontan viral. Warganet komentar mengecam Kadek yang membentak-bentak memerintah Calysta turun dari mobil. Dialog dalam bahasa Indonesia. Calysta logat Melayu.

Kadek: ”Kamu boleh naik taksi online. Tapi turun, jalan dulu sampai keluar wilayah Padang Linjong. Ini wilayah saya.”

Calysta: ”Aturan apa itu?”

Kadek: ”Aturan adat Desa Canggu. Mari kita selesaikan di kantor desa.”

Calysta: ”Tidak bisa.”

Melihat musuhnya keras, Kadek akhirnya meminta Rp 100 ribu yang ditawarkan Calysta. Uang diberikan, diterima Kadek. Taksi online berangkat. Selesai. 

Video itu terpantau polisi. Beberapa menit setelah Calysta pergi, aparat Polsek Kuta Utara menangkap Kadek. Ia dibawa ke Mapolsek Kuta Utara. Di sana Kadek membuat pernyataan minta maaf, direkam video, dipublikasi ke medsos. 

Kategori :