BEIJING, HARIAN DISWAY – Pasar tenaga kerja di Tiongkok saat ini merupakan yang tersulit dalam beberapa generasi terakhir. Para pencari kerja harus siap. Sebab, problem minimnya lowongan kerja masih tidak akan hilang dalam beberapa waktu ke depan. Bahkan, para ekonom mengatakan bahwa situasi yang lebih buruk mungkin akan datang.
Angka pengangguran untuk kelompok usia 16 hingga 24 tahun secara bertahap meningkat sejak 2020. Dan mencapai puncaknya dalam dua bulan terakhir. Itu adalah tantangan besar untuk pemulihan ekonomi pascapandemi di Negeri Panda itu. Berdasar tren musiman, tingkat pengangguran di kalangan pemuda diperkirakan akan terus meningkat pada Juli dan Agustus. Itu adalah musim lulusan kuliah, Dan tahun ini, jumlah sarjana baru mencapai rekor. Yakni, 11,58 juta orang. "Tiongkok sedang menghadapi waktu yang paling sulit dalam hal ketenagakerjaan era keterbukaan digagas pada 1978" kata Lu Feng, direktur Pusat Riset Makroekonomi Tiongkok di Universitas Peking. "Masalah ini tidak akan segera hilang dalam jangka pendek. Dan akan sulit diselesaikan dalam waktu yang cukup lama," tambahnya dalam wawancara dengan surat kabar Economic Observer minggu lalu. BACA JUGA : Kota di Tiongkok Makin Makmur, Enam Masuk Daftar Kota Berpenduduk Terkaya di Dunia BACA JUGA : Nilai Ekspor Tiongkok Naik untuk Kali Pertama dalam Enam Bulan BACA JUGA : Tiongkok Genjot Riset Mobil Berbahan Bakar Metanol Pada Mei, tingkat pengangguran di kalangan usia muda mencapai 20,8 persen. Naik dari rekor sebelumnya pada April, yakni 20,4 persen. Tetapi, tingkat pengangguran secara keseluruhan di daerah perkotaan tidak berubah sejak April. Yakni, 5,2 persen. Meski begitu, juru bicara Biro Statistik Nasional Fu Linghui mengatakan bahwa angka itu disalahpahami oleh banyak pihak. Menurutnya, dari 96 juta orang dalam kelompok usia 16-24 tahun memang tidak bekerja. Sebab, banyak di antara mereka yang masih mahasiswa. Jumlahnya 33 juta orang. Dan dari 33 juta orang itu, hanya seperlima yang sulit menemukan pekerjaan. Tingkat pengangguran di kalangan pemuda memang terus tinggi sejak 2020. Dan tidak pernah turun di bawah 14 persen sejak Mei 2021. Lu Feng meyakini bahwa perlu dua hingga tiga tahun untuk menurunkan tingkat pengangguran. Yang harus diwaspadai, katanya, jumlah sarjana baru terus naik. Padahal, ekonomi sedang sulit setelah pandemi. Pekerjaan pun menjadi langka. (Doan Widhiandono)Tiongkok Hadapi Gelombang Pengangguran
Sabtu 08-07-2023,11:06 WIB
Reporter : Doan Widhiandono
Editor : Doan Widhiandono
Tags : #tenaga kerja tiongkok
#pengangguran di tiongkok
#lapangan kerja tiongkok
#lapangan kerja di tiongkok
Kategori :
Terkait
Sabtu 08-07-2023,11:06 WIB
Tiongkok Hadapi Gelombang Pengangguran
Terpopuler
Selasa 07-07-2026,08:12 WIB
Prediksi Skor Argentina vs Mesir, Albiceleste Waspadai Kejutan The Pharaohs
Senin 06-07-2026,16:04 WIB
Pembagian Grup Piala Presiden 2026, Persebaya dan Persija Masuk Grup B!
Selasa 07-07-2026,08:00 WIB
Galliani Puji CEO Baru Juventus Giovanni Carnevali, Negosiasi Kolo Muani Kian Dekati Kesepakatan
Selasa 07-07-2026,04:26 WIB
Portugal vs Spanyol 0-1, Gol Telat Merino Antar La Roja ke Perempat Final!
Selasa 07-07-2026,07:00 WIB
Juventus Prioritaskan Guglielmo Vicario, Tottenham Siap Lepas dengan Skema Pinjaman
Terkini
Selasa 07-07-2026,11:00 WIB
Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle I Tayang di Crunchyroll Mulai 28 Juli
Selasa 07-07-2026,10:59 WIB
Terungkap! Fakta Baru Kasus Dugaan Pembakaran 3 Santri di Lombok Tengah, 1 Korban Meninggal
Selasa 07-07-2026,10:36 WIB
Kronologi Dokter PPDS Unsrat Adrian Rantung Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Diduga Korban Bully
Selasa 07-07-2026,10:33 WIB
Membaca Ora di Layar: Cerita Rakyat Komodo, Literasi Digital, dan Jembatan Budaya Indonesia
Selasa 07-07-2026,10:20 WIB