Kabar Dari Tanah Suci (34): Ikuti Kajian Berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi

Senin 17-07-2023,04:41 WIB
Reporter : Pamuji Setyawan
Editor : Tomy Gutomo

Di Masjid Nabawi, ada kajian berbahasa Indonesia oleh ustadz asal Indonesia. Betapa bungah hati jemaah haji Indonesia saat mengikuti kajian di sana. Berikut laporan Pamuji Setyawan dari Biro Haji dan Umrah Dewangga cabang Ngawi langsung dari Madinah.

--- 

Indonesia boleh "kalah" oleh Malaysia soal restoran di Makkah (baca seri ke-28). Di Madinah, giliran Indonesia unggul atas Malaysia. Ada ustadz asal Indonesia yang menjadi pengisi kajian tetap di Masjid Nabawi. Ceramahnya juga berbahasa Indonesia. Jemaahnya banyak dari Indonesia dan Malaysia. 

Penceramah itu adalah Ustadz Ariful Bahri. Masih muda, 34 tahun. Ia berasal dari Riau dan memperoleh gelar doktor dari Universitas Islam Madinah. Sejak 2019, Ariful Bahri menjadi penceramah di Masjid Nabawi. Menggantikan Ustadz Firanda Andirja dan Ustadz Abdullah Roy.

Jemaah yang ingin mengikuti kajian ini bisa mendatangi pintu 19 atau Badr Gate. Bila jemaah masuk dari pintu 19 bagian depan, bisa masuk sampai sekitar 15 meter kemudian di sebelah kiri ada kursi yang sekaligus merangkap mimbar khotbah. Usahakan mendatangi tempat kajian satu jam sebelum azan Magrib sehingga tidak terlambat karena mencari lokasinya.


Jemaah haji Indonesia (dari kiri) Sriyanto, Sairin, Suyadi, dan Pamuji Setyawan mengikuti kajian Ustadz Ariful Nahri di Masjid Nabawi.-Pamuji Setyawan-Dewangga-

Kajian dilaksanakan setiap hari setelah salat Magrib sampai menjelang azan Isya untuk hari-hari di luar Ramadan. Khusus Ramadan kajian digeser waktunya menjadi setelah salat Asar sampai menjelang azan Magrib.

Saya mendatangi kajian sejak hari pertama di Madinah. Beberapa rekan jemaah haji saya lihat juga mengikuti kajian dari Ustadz Ariful Bahri.

“Penyampaiannya runtut dan juga mudah dicerna. Saya bisa membayangkan kejadian di waktu itu,” kata Sairin, jemaah yang mendatangi kajian bersama saya.

Kebetulan ustadz sedang menjelaskan mengenai hijrahnya Rasulullah SAW ke Madinah dari materi Siroh Nabawi.

BACA JUGA:Kabar Dari Tanah Suci (32): Sandal Hilang, Uji Kesaktian Telapak kaki

BACA JUGA:Kabar Dari Tanah Suci (26): Melihat Tempat Lahir Nabi Muhammad

Beberapa kali juga Ustadz Ariful Bahri memberikan pertanyaan kepada jemaah mengenai kajian hari kemarin agar jemaah tidak lupa. "Apa persamaan Masjid Nabawi dengan masjid Quba? Ada yang bisa menjawab?” tanya Ustadz Ariful kepada ratusan jemaah yang hadir menyimak kajian. Ada satu jemaah yang mengacungkan jari kemudian langsung menjawab pertanyaan. "Sama-sama dibangun oleh Rasulullah SAW,” jawab jemaah tadi. 

"Betul. Apalagi persamaannya?” tanya Ustadz Ariful lagi. Dan ketika jemaah melengkapi jawaban, terlihat ustadz Ariful puas dan merogoh kantong baju gamisnya. "Ini hadiahnya,” kata Ustadz Ariful. Jemaah yang tadi menjawab terlihat semringah menerima sebotol kecil minyak wangi asli dari Arab Saudi.

Kajian ditutup dengan menjawab beberapa pertanyaan yang dituliskan di secarik kertas yang ditumpuk di depan Ustadz Ariful. "Pertanyaan yang ini cukup panjang jawabannya. Insya Allah dijawab di pertemuan besok,” kata Ustadz Ariful seraya menutup kajian hari itu. Sesaat setelahnya azan Isya berkumandang di Masjid Nabawi. (*)

Kategori :