385 Guru Sidoarjo Ikuti Pelatihan Matematika Smart Indonesia

Selasa 01-08-2023,17:55 WIB
Reporter : Pace Morris
Editor : Salman Muhiddin

SIDOARJO, HARIAN DISWAY - Sebanyak 385 guru matematika se-Kabupaten Sidoarjo mengikuti pelatihan Matematika Smart Indonesia di Fave Hotel Sidoarjo, Selasa, 1 Agustus 2023. Pelatihan itu diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo bersama Tim MKKS dan K3S, yang turut menggandeng Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara.

Kegiatan Smart matematika merupakan salah satu wujud pelatihan yang bertujuan untuk  meningkatkan mutu sumber daya manusia di seluruh wilayah Indonesia. Peserta pelatihan akan mendapatkan pengalaman pelatihan matematika yang mudah dan menyenangkan. 

Materi yang diberikan adalah cara mengajar dengan kreatif dan mengasyikkan, sehingga dapat diterapkan metode pembelajaran tersebut di lingkungan sekolahnya masing-masing. Diharapkan, lewat pelatihan tersebut guru mampu untuk mengubah pola pikir anak-anak didik. Karena selama ini, yang ada dalam benak sebagian besar anak didik, matematika adalah mata  pelajaran yang sulit. Yang tadinya matematika dikatakan susah, berubah menjadi matematika itu mudah.

BACA JUGA:Makanan Olahan UMKM Sidoarjo Tembus Pasar Arab Saudi dan Malaysia

BACA JUGA:Resmi Jadi Pelatih Deltras FC, Widodo CP Memikul Harapan Delta Mania Kembali ke Liga 1

“Matematika itu merupakan salah satu indikator, untuk menentukan kecakapan peserta didik kita. Di dunia internasional itu ada namanya studi PISA (Program for International Student Assessment). Yang diukur ada 3 kecakapan. Yakni, matematika, sains, dan membaca,” ujar Kepala Dispendikbud Sidoarjo, Tirto Adi, dalam sambutannya saat pembukaan.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarno,Tirto Adi, berfoto besama peserta pelatihan-Istimewa-

Dengan demikian, lanjut Tirto, capaian numerasi anak-anak didik akan terdongkrak. Pada kesempatan itu, Tirto meminta kepada Yayasan Pendidikan Adiluhung selaku trainer, untuk memberikan challenge kepada peserta latihan. Misalnya, memisahkan soal-soal terkait matematika, dan bagaimana soal-soal assessment nasional yang terkait dengan numerasi. 

Tirto juga berpesan akan Trigatra Bangun Bahasa. Yang pertama, utamakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi dengan peserta didik. Kemudian melestarikan bahasa daerah yang digunakan di pulau Jawa, yakni bahasa Jawa dan Madura. Dan yang terakhir, menguasai bahasa asing, seperti bahasa Inggris. “Mari  membangun komunikasi, membangun sinergitas membangun kolaborasi dengan pendidikan-pendidikan terbaik dalam dan di luar negeri,” ucapnya. (*)

Kategori :