Kiper Arsenal Aaron Ramsdale Buka-Bukaan Soal LGBTQ+

Jumat 04-08-2023,12:58 WIB
Reporter : Salman Muhiddin
Editor : Salman Muhiddin

HARIAN DISWAY - Dalam pernyataan yang penuh emosi, penjaga gawang Arsenal Aaron Ramsdale, bersumpah untuk tidak lagi diam ketika dihadapkan pada komentar homofobik di ruang ganti dan media sosial. Pemain berusia 25 tahun itu menyatakan tekadnya untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan ramah dalam dunia sepak bola, bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi untuk semua yang terlibat dalam olahraga tersebut. Termasuk ke kaum pelangi: LGBTQ+.

Keputusan Ramsdale didorong oleh keinginannya yang mendalam agar saudaranya yang gay merasa aman dan nyaman saat menonton pertandingan. Ramsdale menulis untuk The Players' Tribune, berbagi pemikirannya secara jujur tentang perjalanan pribadinya dan pengalamannya dalam dunia olahraga.

"Saya ingin saudara saya, Ollie - atau siapa pun dari segala orientasi seksual, ras, atau agama - dapat datang ke pertandingan tanpa harus merasa takut akan penyalahgunaan," tulisnya.

Pemain internasional Inggris itu mengungkapkan bahwa ia telah menahan diri untuk tidak membicarakan secara terbuka tentang seksualitas saudaranya di masa lalu. Namun, ia percaya bahwa iklim saat ini dalam sepak bola menuntut perubahan, mendorongnya untuk berdiri menentang homofobia dan diskriminasi. Menurutnya sepak bola seharusnya menjadi ruang di mana individu dari segala orientasi seksual, ras, dan latar belakang dapat menikmatinya tanpa ketakutan.


Kampanye LGBTQ oleh fans Arsenal.-Arsenal FC-

Komitmennya dalam melawan homofobia semakin ditekankan dengan pengungkapannya tentang insiden yang melibatkan seorang penggemar Tottenham Hotspur yang menyerangnya awal tahun ini selama derbi utara London. Ramsdale mengakui bahwa ia merasa empati terhadap pelaku penyerangan, mengisyaratkan bahwa tindakan pria tersebut mungkin dipengaruhi oleh ketidaksepahaman sepenuhnya terhadap perjuangan pribadi Ramsdale pada saat itu.

BACA JUGA:Kartu AS dan Kartu (Mati) Arsenal

BACA JUGA:Arsenal Persembahkan Patung Arsene Wenger di Emirates Stadium

Secara tragis, pernyataan Ramsdale juga mengungkapkan pengalaman yang sangat pribadi dan menyakitkan. Ia mengungkapkan bahwa istrinya mengalami keguguran hanya beberapa hari sebelum pertandingan melawan Tottenham. Rasa sakit dari pengalaman itu diperburuk oleh penerbangan enam jam kembali ke London segera setelahnya, ketika Ramsdale mencoba untuk menerima kenyataan kehilangan tersebut.


Fans Tottenham secara Brutal menyerang Kiper Arsenal Aaron Ramsdale -@ACL_Soccer-Twitter

"Tidak ada cara yang benar-benar bisa saya gambarkan rasa sakit dari penerbangan enam jam kembali ke London, bahkan sampai sekarang," katanya.

"Saya hanya ingin orang-orang di luar sana tahu bahwa mereka tidak sendirian jika mereka mengalami hal serupa," imbuhnya.

Ia menambahkan: "Beberapa tahun terakhir, terutama, Anda melihat begitu banyak negativitas dan toksisitas dalam sepak bola. Baik itu di media sosial atau di lapangan, rasanya banyak orang yang telah kehilangan pandangan yang jernih," lanjut Ramsdale.

Di tengah negativitas dan toksisitas yang kadang-kadang menghiasi dunia sepak bola, Ramsdale juga mengakui dukungan yang dia terima dari manajer Arsenal, Mikel Arteta. Bahkan di tengah persaingan merebut gelar, Arteta memperlihatkan rasa empati dan pengertian, menawarkan Ramsdale waktu dan ruang yang dia butuhkan untuk mengatasi tantangan pribadinya.

Sikap berani Ramsdale melawan homofobia menjadi pengingat yang kuat bahwa sepak bola seharusnya menjadi kekuatan penyatuan, melebihi perbedaan dan mendorong inklusivitas. Seperti yang diungkapkan Ramsdale dengan indah, "Semua itu berakhir hari ini." Komunitas sepak bola kini menjadi saksi tekad teguh Ramsdale dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan lebih menerima bagi semua orang. (*)

Kategori :