Jatim Ekspor 15 ton Rumput Laut ke Australia

Jumat 04-08-2023,22:56 WIB
Reporter : Noor Arief Prasetyo
Editor : Noor Arief Prasetyo

SIDOARJO, HARIAN DISWAY- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim melepas ekspor perdana 15 ton rumput laut jenis Gracilaria Sp ke Australia. Rumput laut jenis itu diproduksi oleh Koperasi Agar Makmur Sentosa, di Dusun Tlocor, Kecamatan Jabon, Sidoarjo. 

“Tentu ini menjadi hal yang luar biasa. Produksi rumput laut Koperasi Agar Makmur bisa menembus pasar ekspor. Artinya kualitasnya baik. Namun itu harus terus dikembangkan. Karena permintaan dalam dan luar negeri cukup tinggi,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Jumat, 4 Agustus 2023.

BACA JUGA:Membangkitkan Ekonomi Jatim

Koperasi itu tercatat sudah pernah ekspor rumput laut kering ke Tiongkok, sebanyak 50 ton. Setiap bulannya, koperasi itu mampu memproduksi 500 hingga 800 ton rumput laut kering. Dengan tambak seluas 300 hektar.

Mantan Menteri Sosial RI itu juga meminta agar masyarakat juga melakukan budidaya ikan bandeng atau udang di tambak tersebut. Dengan menggunakan metode tumpang sari. Karena, jenis rumput laut itu bisa hidup di tambak dan bisa menyubstitusi pemupukan.

“Banyak daerah Pantura yang masih sering kekurangan pupuk tambak. Saya rasa penerapan metode tumpang sari ini juga beriringan dengan penguatan green economy ke arah blue economy,” ungkapnya.

Menurut Khofifah, jika metode tumpang sari ini terus dikembangkan, bisa mewujudkan kesejahteraan lebih signifikan. Karena jika dihitung-hitung, kalau pada luasan 1 hektare, penghasilan dari tambak rumput laut mencapai Rp 45 juta dalam setahun. 

“Ditambah dua kali panen bandeng Rp 25 juta x 2 berarti Rp 50 juta. Ditambah lagi udang 3 kali panen dalam setahun kali Rp 5 jt berarti Rp 15 juta. Maka total setahun untuk satu hektar bisa menghasilkan Rp 110 juta,” ucapnyi.

Tak hanya itu, Ia juga berharap proses hilirisasi dengan pendirian pabrik pengolahan rumput laut bisa didirikan di kawasan Sidoarjo. “Apalagi jika dibangun dekat dengan sumber bahan baku (raw material),” ujarnyi.

Sebagai informasi, rumput laut merupakan komoditi yang potensial di Jawa Timur. Ini telah menjadi salah satu komoditas yang semakin menarik perhatian dalam perdagangan internasional. 

Dalam empat tahun terakhir, 2019-2022, usaha petani rumput laut dan pelaku industri telah memberikan kontribusi terhadap sektor ekspor Jawa Timur. Ekspor rumput laut rata-rata tumbuh positif sebesar 19,30 persen selama periode tersebut. Nilai ekspor di 2022 mencapai USD 106, 89 Juta atau seberat 68.996,29 ton.

Komoditi rumput laut dari Jawa Timur telah merambah ke 23 negara. Utamanya ke negara Tiongkok, Korea, Filipina, Vietnam dan Amerika Serikat. 

Jenis rumput laut yang dikirim selama ini meliputi rumput laut Eucheuma cottonii kering, Eucheuma spinosum kering, rumput laut jenis lain untuk konsumsi baik segar maupun kering. 

Selain itu rumput laut digunakan sebagai bahan baku pewarna, penyamakan, wewangian, insektisida, fungisida. Baik yang kondiri segar, beku, atau kering

Dirjen Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu mengatakan, budidaya rumput laut di Sidoarjo ini sejalan dengan strategi KKP menuju Blue Economy. Menurutnya, saat ini ada lima komoditas budidaya yang tengah menjadi fokus KKP. “Komoditi itu adalah udang, kepiting, lobster, tilapia, dan rumput laut,” bebernya. (*)

Kategori :