Setelah Hancurkan Gaza Utara, Israel Mulai Bidik Gaza Selatan, Hamas Sebut Seruan Mengungsi Hanyalah Jebakan

Senin 04-12-2023,19:01 WIB
Reporter : Salsa Amalika
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY - Pasukan Pertahanan Israel (IDF) kini mulai mengalihkan operasi militernya ke Gaza Selatan secara besar-besaran pada 4 Desember 2023.

Gaza Selatan yang menjadi tempat mengungsi 2.3 juta penduduk Gaza kini dirasa tak aman lagi.

Sebelumnya sejak pertempuran pecah pada 7 Oktober 2023, pasukan IDF telah meluluhlantakkan kawasan Gaza utara yang berbatasan langsung dengan Israel. 

Para penduduk Gaza utara pun terpaksa harus mengungsi ke selatan.

Osama Hamdan, seorang pejabat Hamas yang berbasis di Lebanon, mengklaim bahwa Israel sengaja menggunakan strategi operasi militer tersebut sebagai jebakan dari awal.

Kini, sebanyak 70 persen tentara IDF yang mulanya bertempur di Gaza Selatan menarik diri menuju ke Selatan. Sehingga, membuat Pasukan Hamas mau tidak mau juga harus bertempur ke Selatan.

“Ini semua merupakan jebakan Israel. Mereka selalu mendorong para warga untuk meninggalkan zona perang dan menuju ke kawasan aman yang ada di Gaza Selatan," kata Osama.

BACA JUGA:Pasrah Dikelilingi Tank Israel, Jurnalis UNRWA Motaz Azaiza Ungkap Kondisi Terkini Warga Gaza

Namun, kata Osama setelah mereka semua berada di Gaza Selatan, para tentara IDF juga menjadikan kawasan tersebut sebagai zona perang.

"Itu semua adalah rencana mereka (Israel, Red) untuk membunuh para warga sipil yang tidak bersalah,” ujar Hamdan.

Sebelumnya, Tentara Israel telah lebih dulu melancarkan serangan ke Khan Younis dan Perbatasan Rafah di Gaza Selatan pasca gencatan senjata berakhir pada 2 Desember 2023.

Mereka juga langsung membombardir wilayah Deir Al-Balah di Gaza Tengah dan mengelilinginya dengan tank-tank militer. Sehingga membuat wilayah Gaza terbagi menjadi 3 bagian.


Israel kini mengalihkan operasi militernya ke Khan Younis di Gaza Selatan secara besar-besaran dan menempatkan tank-tank militernya di sana pada 4 Desember 2023 -AP -

Hingga saat ini, total keseluruhan warga yang terbunuh akibat peperangan ini adalah sebanyak 15.700 orang. Sementara, 6.600 di antaranya adalah anak-anak.

Jika Israel juga menyerang wilayah Gaza Selatan, maka nyawa lebih dari 2.3 juta warga akan berada dalam bahaya. Korban-korban yang berjatuhan juga akan terus bertambah berkali-kali lipat.

Selain itu, Israel juga akan melanggar hukum humaniter internasional. Karena sebelumnya, Israel sendirilah yang telah memberi peringatan bagi seluruh warga sipil yang ada di Gaza Utara untuk meninggalkan kawasan tersebut dan mengevakuasikan diri ke selatan.

BACA JUGA:Israel Mulai Bom Tepi Barat, Menlu Palestina Sebut Ada Niatan Pisahkan Tepi Barat dan Jalur Gaza

Kategori :