Mengajak Capres-cawapres Berucap Gong Xi Fa Cai: Ngrumangsani Hidup

Sabtu 10-02-2024,07:04 WIB
Reporter : Prof Suparto Wijoyo
Editor : Heti Palestina Yunani

LAMPION-lampion itu bergelantungan memancarkan sinar cahaya yang mengesankan dengan dominasi warna merah cerah nan berbalut kuning harmoni. Suasananya menjadi sangat eksotis meski terkadang ada remang yang menggambarkan rasa gamang yang mistis berseliwer religi.

Teguhnya warna merah bukan hanya dalam selubung lampion. Melainkan alas makan yang tergelar di meja-meja hidangan membuat suasana berselara menyantap suguhan.

BACA JUGA: Korupsi dan Kisah Kandata

Cahaya temaram berkelip menyembulkan panorama yang terasa terang sambil menyimak dongeng-dongeng klasik dari para sahabat yang bercengkerama bahwa dalam tradisi Tionghoa, seutas warna merah menyimbulkan sejuta pengharapan. Warna yang mendurasikan narasi positif dalam selongsong mimpi tentang keberuntungan, kebahagiaan, dan kemakmuran. 

Saya mengangguk menerka pemahaman betapa waktu menjadi areal persaksian dalam perjalanan peradaban dengan sinyal yang multi-pandangan.

Amplop angpau adalah penyulam berkah penambah kebajikan buat “anak-anak pelanjut warta” bahwa rasa syukur perlu diekspresikan tetapi bukan sogokan. Para capres-cawapres dapat memberi “angpau kebijakan” melalui “amplop visi-misi” yang disodorkan untuk membangun Indonesia.

Syukurlah capres-cawapres telah “memasang lampion” dan “melambaikan amplop angpau” berupa visi-misi di saat debat kandidat. Selebihnya giliran rakyat untuk menentukan pilihan.

Kini, mengapa warna merah berbalut kuning emas sedang memunculkan kesannya dengan untaian cerita dari kolega yang terus bersambung dalam sulangan minum dan makan? 

Saya pun menyingkapkan pengetahuan yang telah terekam dalam ingatan kolektif berbangsa bahwa pada Sabtu, 10 Februari 2024 bertepatan dengan Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili.

Hari-hari sebelum maupun sampai tulisan ini tayang di hadapan pembaca, saya sangat menikmati suasananya sambil menyelami persaudaraan untuk ketemu beragam komunitas. Kumpul keluarga di Bandung sambil silaturahmi ke kerabat. 

Warna kombinasi merah dan kuning yang padu-padan tampak tersemat dari ragam kalangan. Mereka terus meningkatkan kualitas hidupnya untuk menjadi abdi negara yang terbaik.

Para PNS di banyak kabupaten kota dari kawasan Sumatera, Papua, Sulawesi, Kalimantan, Jawa apalagi, terpanggil oleh “program kinerja” kedinasannya untuk mengikuti diklat jabatan dengan semangat Imlek yang mengalirkan kegembiraan. 

Diskusi mengenai tata kelola sampah maupun pemerintahan yang baik pun dirilis bersama dalam nuansa Imlek 2574. Rintik dan derasnya hujan yang turun di saat jelang Imlek telah dibaca sebagai “tarian alam” yang menyuarakan takdir Tuhan betapa esok mutlak disongsong dengan gelora bahagia. Santri dan santriwati di berbagai tempat “menganggukkan kebanggan pada Indonesia” di kala turut menuai hikmah Imlek.

BACA JUGA: Korupsi Semanis Madu Beracun

Begitulah yang saya simak dari bisik lirih sambil menikmati ragam tawa yang renyai dengan nyemil jajan di setiap acara bersapa dengan teman-teman berbilang ragam suku bangsa, termasuk Tionghoa. 

Tags :
Kategori :

Terkait