Dua Hari Gelar Mengenal Batik Klasik Nusantara, Anggota KCBI Surabaya Terpesona Ribuan Koleksi Retno Nagayomi

Kamis 07-03-2024,19:36 WIB
Reporter : Heti Palestina Yunani
Editor : Heti Palestina Yunani

HARIAN DISWAY - Untuk pertama kalinya Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) Surabaya mengajak anggotanya sambang ke rumah kolektor batik. Kebetulan dia juga anggota KCBI Surabaya yakni Retno Nagayomi. Suasana gayeng pun terasa.

Dalam dua hari yakni Rabu dan Kamis, 28 dan 29 Februari 2024 lalu, rumah Retno menjadi ramai dengan kedatangan puluhan anggota KCBI Surabaya. Semua diajak Ketua KCBI Surabaya Windrati Wiwara untuk mengikuti kegiatan yang mengawali tahun 2024 dalam acara Mengenal Batik Klasik Nusantara lewat koleksi batik yang dimiliki Retno.

BACA JUGA: Kain Ecoprint Produk Penyandang Disabilitas Binaan Nurjanah Diapresiasi Fery Farhati

Memenuhi hampir semua ruangan di rumah yang berada di Jalan Rungkut Madya 177 Surabaya itu, tamu-tamu itu disambut Retno dengan antuasias. Sejak ruang tamu, dia memajang koleksinya yang meliputi wastra Nusantara terutama batik. Jumlahnya tak main-main. Meskipun tak sempat menghitung jumlah pastinya, Retno memperkirakan koleksinya kemungkinan mencapai 3 ribu potong.
Foto bersama anggota KCBI Surabaya yang datang mengikuti acara pada hari pertama. -KCBI Surabaya-

Untuk acara yang digelar perdana oleh KCBI Surabaya itu, Retno mengeluarkan koleksi terbaiknya. Utamanya batik tulis dan cap. Semua ditatanya dengan rapi dengan penataan yang mirip di sebuah butik. Beberapa masih ada dalam kotak kemasan dan almari yang khusus disediakannya untuk menyimpan batik-batiknya selama ini.

Melihat koleksi Retno yang menawan itu, semua peserta rata-rata kagum. Makin ke dalam di ruang tengah, mereka kian terpesona karena Retno menunjukkan koleksi yang membuat penghargaan pada wastra Nusantara terutama batik semakin besar. “Koleksi Bu Retno ini sangat luar biasa. Membuktikan bahwa kekayaan batik Indonesia itu sangat besar,” kata Wientje, sapaan karib Windrati.
Anik Rakhmawati mengajarkan cara berkain untuk laki-laki yang diperagakan Q Sakti Setyo Laksono. -KCBI Surabaya-

Tak hanya melihat-lihat, acara yang diselenggarakan untuk saling bersilaturahmi itu dikemas dengan menggelar bincang santai tentang potensi wastra Nusantara. Caranya dengan membeber beberapa kain yang dipamerkan Retno kepada umum itu untuk dibedah. Mulai tentang asalnya, motifnya, hingga filosofi yang terkandung di dalamnya.

Dipandu Lintu Tulistyantoro pada hari pertama, lalu Anik Rakhmawati dan Enny Handayani pada hari kedua, peserta pun dijelaskan tentang kain-kain yang tergolong bermotif klasik. Bahkan beberapa ada yang langka.

Retno sendiri menambahkan cerita tentang bagaimana dia mengoleksi itu semua. Kebanyakan Retno mendapatkan batik-batik itu langsung dari perajinnya saat dia berkunjung. “Saya lebih suka berbincang dengan pembatiknya sebelum memutuskan membeli,” katanya.
Foto bersama anggota KCBI Surabaya yang datang mengikuti acara pada hari kedua. -KCBI Surabaya-

Soal perawatan batik-batik itu pun tak kalah serunya. Retno sebenarnya tak Menyediakan waktu khusus untuk menjaga agar batiknya tetap awet. Tetapi terkadang dia hanya membuka-buka koleksinya itu agar tak selalu terlipat apalagi berada di dalam kemasan atau di dalam lemari dalam waktu yang lama.

Yang tak kalah menariknya adalah praktik memakai kain. Seperti biasa, dalam setiap acara, KCBI Surabaya memang selalu membagikan cara memakai kain. Tak hanya untuk wanita. Tetapi kain telah disukai oleh para pria untuk dipakai karena sangat mudah dan membuat bebas bergerak. Seperti yang dicontohkan oleh Q Sakti Setyo Laksono, adik Retno.


Retno Nagayomi (dua dari kanan) menerima vandel penghargaan dari KCBI Surabaya. -KCBI Surabaya-

Ditambahkan Humas KCBI Reni Dewayani, acara itu dimaksudkan untuk melestarikan budaya bangsa melalui berkain. Seperti yang menjadi misi dan visi utama KCBI Surabaya. Selama ini kegiatan komunitas yang telah berdiri sejak 205 itu sangat beragam.

BACA JUGA: HUT ke-7 KCBI Cabang Surabaya Dimarakkan Dramatari Roro Jonggrang

“Prinsipnya kami selalu menyebarkan cara berkain kepada semua kalangan. Nah acara kali ini dalam rangka itu dengan cara mengagumi kekayaan batik klasik kita yang sangat kaya lewat koleksi seorang kolektor yang sangat mempesona yakni Bu Retno yang kebetulan adalah anggota kami kira-kira sejak 2016,” kata Reni.

Kategori :