Operasional Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Layang MBZ Digabung, Berikut Penyesuaian Tarifnya

Selasa 12-03-2024,21:00 WIB
Reporter : Rifa Zahra Fadhila
Editor : Taufiqur Rahman

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Tarif tol di Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ) telah mengalami perubahan terbaru terhitung sejak 9 Maret 2024 lalu dengan menyesuaikan tarif integrasi tol.

Penyesuaian tarif diberlakukan berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor: 250/KPTS/M/2024 tanggal 2 Februari 2024 tentang Penyesuaian Tarif Integrasi Pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated.


Tarif Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ) Resmi Naik Hari Ini-Screenshoot/YouTube-

Penyesuaian tarif ini akan dialokasikan oleh perusahaan untuk mendukung peningkatan pelayanan operasional dan pemeliharaan jalan tol.

BACA JUGA:MUI Haramkan Beli Kurma Asal Israel, Ini Daftar Merek Kurma Israel dan Cara Mengenalinya di Pasaran

Adapun tarif tol Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Layang MBZ setelah penyesuaian baru: 

  • Golongan I : Sebelumnya Rp. 20.000, kini menjadi Rp. 27.000.
  • Golongan II dan III : Sebelumnya Rp. 30.000, kini menjadi Rp. 40.500.
  • Golongan IV dan V : Sebelumnya Rp. 40.000, kini menjadi Rp. 54.000

Direktur Bisnis PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT), Pratomo Bimawan Putra mengungkapkan, populasi kendaraan beredar di Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang menjadi jalur utama pergerakan bisnis penghubung daerah perkotaan dan kawasan industri Jawa Barat terus bertumbuh.

Sepanjang Tahun 2023, tercatat sebanyak 82,3 persen kendaraan Golongan I melintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan sisanya sebanyak 17,7 perse  kendaraan non Golongan I atau sejenis truk industri.


Jalan Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ)-Ada penyesuaian tarif termasuk di Jalan Tol Jakarta-Cikampek-Jasa Marga

Sejak dilaksanakan penertiban Operasi Over Dimension Over Load (ODOL) oleh petugas gabungan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kepolisian, serta PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek dari tahun 2019 hingga 2023, rata-rata jumlah kendaraan dalam kondisi overload mencapai 37,6 persen dari total kendaraan yang terjaring.

BACA JUGA:PP Soal PNS Hampir Rampung Dibahas, Kenaikan Pangkat 3 Kali Setahun, PNS di Daerah 3T Akan Dapat Insentif

Hal ini tentunya menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dan perusahaan untuk terus mengupayakan pengadaan kendaraan ODOL dan bertujuan untuk memastikan keselamatan dan keamanan lalu lintas serta menjaga kualitas jalan tol.

Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna dalam Focus Group Discussion Penyesuaian Tarif Integrasi yang diselenggarakan beberapa waktu lalu, ia menyampaikan pengamatannya mengenai pergerakan kendaraan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek dalam kaitannya dengan perkembangan ekonomi lingkungan.

Pengamatan ini tentu sangat relevan untuk memahami dampak infrastruktur jalan tol terhadap pertumbuhan ekonomi dan mobilitas di wilayah tersebut.

BACA JUGA:Strategi Agar Bisa Khatam Membaca Al-Quran Selama Satu Bulan Ramadan

Kategori :