Keren! ITS Luncurkan Purwarupa PLTS Apung Laut Pertama di Indonesia

Senin 18-03-2024,23:05 WIB
Reporter : Salman Muhiddin
Editor : Salman Muhiddin

SURABAYA, HARIAN DISWAY – Komitmen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam mengakselerasi transisi energi semakin nyata dengan peluncuran purwarupa struktur apung Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) laut pertama di Indonesia.

Proyek yang bertajuk Solar2Wave ini merupakan hasil kolaborasi ITS dengan Cranfield University, Universitas Pattimura (Unpatti), Orela Shipyard, PT Gerbang Multindo Nusantara, Achelous Energy Ltd, serta HelioRec, dan didanai oleh Innovate UK.

Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng IPU AEng menjelaskan bahwa meskipun PLTS apung telah ada di Indonesia, namun cakupannya masih terbatas pada skala danau atau waduk.

Keterbatasan tersebut membuat potensi pemanfaatan PLTS menjadi kurang optimal. "Untuk memaksimalkan dampaknya, perluasan aplikasi PLTS ke laut menjadi langkah yang perlu diambil," ujar Prof Ashari.

Salah satu hambatan dalam pengembangan PLTS apung di laut adalah gelombang laut yang dapat merusak panel surya. Untuk mengatasi hal tersebut, ITS bersama tim peneliti Solar2Wave mengembangkan solusi inovatif.

BACA JUGA:5 Poin Seruan 44 Guru Besar ITS untuk Demokrasi

BACA JUGA:Bersaing dengan 131 Perguruan Tinggi dari 42 Negara, ITS Sabet Penghargaan dari UNESCO

"Solar2Wave hadir sebagai jawaban atas masalah tersebut, dengan pengembangan kawasan panel surya apung yang dilengkapi dengan sistem terpadu untuk mengatasi gelombang," ungkap Prof Dr I Ketut Aria Pria Utama MSc, Ketua tim peneliti Solar2Wave Indonesia.

Purwarupa Solar2Wave terdiri dari enam panel surya monocrystalline dan polycrystalline dengan kapasitas total 600 Watt, dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi menggunakan baterai berkapasitas 12 Volt dan tegangan 65 AH.


Purwarupa panel surya yang dipamerkan pada Peluncuran dan Peresmian Solar2Wave di Galeri Riset dan Inovasi ITS.-Humas ITS-

Selain itu, struktur apungnya telah teruji tahan terhadap sinar ultraviolet, korosi, bahan kimia, dan minyak laut.

Setelah berhasil dikembangkan di galangan kapal Orela di Gresik, pilot project riset Solar2Wave akan diterapkan di Gili Ketapang, Probolinggo, Jawa Timur.

Pilot project itu diharapkan dapat menghasilkan daya listrik sebesar 25 kiloWatt, membantu mengurangi ketergantungan masyarakat pada pembangkit listrik berbahan bakar diesel.

Meskipun menghadapi berbagai kendala seperti kondisi gelombang laut dan cuaca, tim peneliti Solar2Wave terus berupaya untuk menyempurnakan riset tersebut.

BACA JUGA:Profesor Austria Obrolkan Jurnalis, Independensi, dan Bisnis di Harian Disway

Kategori :