Israel Meradang Ketika Tahu AS Diam Saat Resolusi Gencatan Senjata Disetujui DK PBB

Selasa 26-03-2024,16:03 WIB
Reporter : Christofer Adi
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY - Sidang Dewan Keamanan PBB pada Senin 25 Maret 2024 telah menetapkan resolusi gencatan senjata di Gaza selama bulan Ramadan. Sekjen PBB Antonio Guterres meminta hasil resolusi segera dilaksanakan pasca pemungutan suara. 

“Resolusi ini harus dilaksanakan. Kegagalan tidak bisa dimaafkan,” tulis Antonio di laman X miliknya.

Dalam resolusi tersebut, 14 negara menyatakan mendukung sementara 1 negara abstain yakni Amerika Serikat.  

Posisi abstain AS dalam keputusan resolusi ini membuat Israel kecewa. Israel segera membatalkan kunjungan delegasinya ke Washington. Kunjungan tersebut diketahui untuk membahas rencana Israel untuk menyerang Rafah, namun ditolak oleh AS.

BACA JUGA:PBB Akhirnya Luluskan Resolusi Gencatan Senjata di Gaza Sepanjang Bulan Ramadhan

Menurut pemerintah Israel, langkah AS yang diketahui sebagai salah satu sekutu terdekatnya, memilih abstain dan tidak mengeluarkan veto, sungguh “menyakitkan”.

Israel beranggapan serangan di Gaza masih berlanjut karena mereka mengupayakan pembebasan sandera. Diketahui sebanyak 130 warga Israel ditawan di Gaza.

“Ini jelas-jelas suatu kemunduran dari posisi konsisten AS,” ujar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu seperti dikutip dari AFP, 26 Maret 2024.


John Kirby dalam Konferensi Pers di Gedung Putih-Mandel Ngan-AFP

Posisi abstain AS menunjukkan perubahan sikap Washington terhadap konflik Gaza. Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby menjelaskan bahwa AS mendukung gencatan senjata, namun memilih abstain karena teks tersebut tidak memuat kecaman terhadap Hamas.

Kirby turut mengungkapkan kekecewaannya terhadap Israel, mengingat Israel akan berkunjung dan berdiskusi dengan AS terkait serangan darat ke kota Rafah di Gaza Selatan.

“Kami sangat kecewa karena mereka tidak datang ke Washington, DC, untuk melakukan pembicaraan terkait alternatif yang layak selain turun ke Rafah,” ujarnya pada wartawan.

BACA JUGA:PBNU Desak Israel Buka Akses Masjid Al-Aqsa Bagi Muslim Palestina Selama Ramadan

"Tidak ada yang berubah mengenai pandangan kami bahwa serangan darat besar-besaran di Rafah adalah kesalahan besar,” tambah Kirby.

Konflik berdarah Gaza telah berlangsung selama hampir 6 bulan. Resolusi yang disepakati Dewan Keamanan PBB ini diketahui dapat menjadi “titik balik” dari konflik yang terjadi di Gaza.(*)

Kategori :