Perjalanan Bhayangkara FC di Liga 1, Dari Jawara hingga Terdegradasi

Senin 22-04-2024,20:14 WIB
Reporter : Agustinus Fransisco
Editor : Salman Muhiddin

SURABAYA, HARIAN DISWAY -  Bhayangkara Presisi Indonesia FC resmi terdegradasi ke Liga 2 usai pekan lalu menelan kekalahan atas Bali United 2-1. 

Perjalanan panjang sudah dilewati tim berjuluk The Guardians itu. Mulai dari perseteruan dengan Persebaya, merasakan manisnya gelar juara di tahun 2017, dan kini mereka terdegradasi. 

Selain Bhyangkara Presisi Indonesia, satu tim lainnya yang sudah lebih dulu memastikan terdegradasi adalah Persikabo 1973. Tim asal Barat pulau Jawa itu akan menemani The Guardians di Liga 2.

BACA JUGA:Bhayangkara vs Dewa United 2-3: Tangsel Warrior Sukses Cegah The Guardian Comeback

Hubungan dengan Persebaya


Persebaya berhasil mengalahkan Bhayangkara Presisi Indonesia FC 1-0, 4 Februari 2024-Boy Slamet-Harian Disway -

Sejarah Bhayangkara FC bisa dibilang dimulai dari dualisme Persebaya Surabaya pada awal 2010-an. Saat itu, Persebaya Surabaya terpecah menjadi dua entitas yang berbeda, dengan masing-masing klaim.

Persebaya Surabaya yang bermain di kompetisi PT Liga Indonesia memutuskan untuk mogok berkompetisi pada musim 2010/2011.

Hal itu terjadi karena mereka merasa diperlakukan tidak adil dan akhirnya didegradasi dari Liga Super Indonesia (LSI), yang kini dikenal sebagai Liga 1.

Para petinggi Persebaya yang tidak ingin kehilangan eksistensi klub kemudian berkumpul di markas mereka di Jalan Karanggayam, Surabaya. Mereka berembuk untuk mencari solusi agar Persebaya tetap dapat berkompetisi di bawah naungan PT Liga Indonesia.

BACA JUGA:Terungkap! David da Silva Absen di Laga Persib Bandung vs Bhayangkara FC Ternyata Ada Masalah DP Kontrak

Pada saat yang sama, muncul kompetisi alternatif yang dikenal sebagai Liga Premier Indonesia (LPI) atau Indonesian Premier League (IPL), yang digagas oleh pengusaha minyak terkenal, almarhum Arifin Panigoro.

Kemudian lahirlah tim bernama Persebaya 1927, sebagai salah satu klub yang bergabung dalam LPI. Persebaya 1927 berhasil meraih kesuksesan dengan menjadi juara putaran pertama.

Namun, kompetisi ini tidak berlanjut, dan situasi semakin rumit dengan munculnya konflik antara PSSI dan Menpora yang berujung pada penghentian kompetisi resmi pada 2015.

Imbasnya pum kembali kepada Persebaya. Sebab, ada dua tim yang bernama Persebaya, satu bermain di LPI dan yang lainnya tampil di Divisi Utama.

Kategori :