Rachel Zegler pernah mengungkapkan pandangannya tentang cerita asli Snow White, yang ia sebut "kuno" dan menyoroti beberapa elemen yang dianggapnya problematik.
Dia menekankan bahwa kisah cinta antara Snow White dan pangeran, yang sering kali dianggap romantis, sebenarnya memiliki elemen yang tidak sehat. Seperti stalking dan ketidaksetaraan dalam hubungan.
BACA JUGA:Bersuara Merdu, Rachel Zegler Sukses Buat Kru Terharu Saat Menyanyikan The Old Therebefore
BACA JUGA:Kecewa! Gal Gadot Kritik Film Aksi yang Minim Aktor Perempuan Lewat Heart of Stone
"Dalam versi asli, Snow White digambarkan sebagai sosok yang pasif, menunggu untuk diselamatkan oleh pangeran, yang secara harfiah menguntitnya," kata Zegler.
"Pendekatan itu tidak lagi relevan dengan nilai-nilai modern yang mengedepankan kemandirian dan kekuatan perempuan," lanjut bintang film musikal West Side Story tersebut.
Dalam pandangannya, vers live action memberikan interpretasi yang lebih progresif. Di mana Snow White tidak hanya berfokus pada cinta, tetapi juga pada pencarian identitas dan tujuan hidupnya sebagai seorang pemimpin.
Pernyataan Zegler memicu kemarahan di kalangan penggemar film klasik. Mereka merasa dia merendahkan warisan film tersebut. Banyak yang berpendapat bahwa kritiknya terhadap cerita asli menunjukkan kurangnya penghargaan terhadap nilai-nilai yang telah ada selama bertahun-tahun.
BACA JUGA:Tampil Berbeda, Gal Gadot Perankan Mata-Mata Dalam Seri Heart of Stone
BACA JUGA:Sudah Nonton Encanto? Film Disney yang Sabet 3 Grammy Awards
3. Kritik terhadap Representasi Dwarfisme
4 Kontroversi Film Snow White Live Action, Rachel Zegler si Pemeran Utama Banjir Hujatan!--Entertainment Weekly
Kontroversi semakin meluas ketika aktor Peter Dinklage, yang memiliki gejala dwarfisme (perawakan pendek disebabkan oleh kelainan genetik atau medis), mengkritik Disney karena melanjutkan cerita yang melibatkan tujuh kurcaci.
Dinklage, yang dikenal luas melalui perannya dalam serial Game of Thrones, menyatakan bahwa cerita tersebut tidak sensitif dan mencerminkan stereotipe yang merugikan tentang orang dengan dwarfisme.
"Meskipun Disney berusaha meningkatkan keragaman dalam hal casting, mereka tetap terjebak dalam narasi yang kuno dan merugikan yang menggambarkan tujuh kurcaci sebagai karakter yang hidup terpisah dan terpinggirkan," cetus Dinklage.
Ia meminta Disney untuk lebih peka terhadap isu-isu yang dihadapi oleh komunitas dwarfisme dan untuk mempertimbangkan kembali bagaimana mereka menggambarkan karakter-karakter ini dalam film.
BACA JUGA:Sinopsis Mufasa: The Lion King, Ungkap Sejarah Sang Raja Sebelum Simba