Konferensi ilmiah ini tak sekadar menjadi wadah publikasi ilmiah dari mahasiswa maupun dosen. Tetapi, juga memberikan kesempatan untuk meningkatkan kualitas karya ilmiah dengan mempertahankan budaya riset dan keilmuan yang baik.
BACA JUGA:Kemendiktisaintek dan Perpusnas RI Permudah Akses Jurnal Ilmiah
“Dosen itu harus menulis sebelum namanya ditulis oleh orang lain. Forum ini menjadi wadah menulis yang benar dan menjauhkan dari jurnal predator,” tutur Tatang.
Sebelum mengikuti ICOSPACS, para penulis artikel ilmiah sudah diperingatkan bahwa ada keharusan untuk mengikuti kaidah keilmuan, termasuk uji plagiarisme menggunakan Turnitin.
Kalau tidak lolos uji plagiarisme dan kaidah kepenulisan ilmiah, penulis harus memperbaiki tulisannya sampai memenuhi standar. Jadi, tidak semua artikel ilmiah dengan mudah lolos terbit di jurnal Sinta atau proceeding. Selain itu, proses review dari para reviewers terkait isi dari artikel ilmiah juga sangat ketat. (*)