Jenin Abu Jarad, seorang kerabat salah satu siswa mengatakan rasa syukurnya lebih melihat anak-anak kembali bersekolah.
“Sejak 7 Oktober, mereka hanya bisa mengambil air, mencari makanan, atau bermain di jalanan. Namun, sekitar seminggu hingga sepuluh hari yang lalu, sekolah-sekolah mulai dibuka kembali secara bertahap,” jelasnya.
Sebelumnya, UNRWA sempat melaporkan bahwa 70% sekolah di Jalur Gaza hancur sejak perang Oktober 2023.
Di sisi lain, perang di Gaza juga menyebabkan sekolah menjadi tempat pengungsian sementara sehingga proses pembelajaran sempat terhenti.(*)
*) Mahasiswa magang prodi Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya