Sugiono Ungkap Alasan Indonesia Dipilih sebagai Wakil Komandan ISF

Sugiono Ungkap Alasan Indonesia Dipilih sebagai Wakil Komandan ISF

Menlu Sugiono angkat suara mengenai alasan RI jadi Wakil Komandan ISF--Youtube Sekretariat Presiden

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkap Alasan Indonesia dipercaya mengisi posisi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF).

Menurutnya, negara yang mengerahkan personel paling banyak biasanya memperoleh kehormatan tersebut.

Indonesia sendiri merencanakan pengiriman lebih dari 8.000 prajurit untuk bergabung dengan ISF dalam penugasan ke Gaza.

BACA JUGA:Sumbang 8.000 Pasukan, Sugiono Pastikan Indonesia Bebas Iuran Board of Peace

BACA JUGA:Sugiono: Penunjukan Indonesia Sebagai Wakil Komandan Pasukan Perdamaian Adalah Pengakuan Dunia

Ia juga menambahkan, posisi komandan pasukan atau force commander umumnya dipegang oleh negara dengan kontribusi pasukan terbesar.

Namun untuk struktur Dewan Perdamaian atau Board of Peace, kepemimpinan pasukan saat ini berada di bawah komando Amerika Serikat.

"Undangan sebagai Deputy Commander biasanya, normalnya adalah kalau misalnya pasukan terbanyak itu dikasih kehormatan untuk menjadi Force Commander. Dan dalam kaitannya dengan ISF ini Force Commander itu dipegang oleh Amerika Serikat," ucap Sugiono di Washington DC, AS, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu, 21 Februari 2026.

BACA JUGA:Sugiono Tegaskan Indonesia Anggota Tetap Board of Peace Tanpa Iuran 1 Miliar Dolar AS

BACA JUGA:Menlu Sugiono: DK PBB dan Board of Peace Harus Sejalan Wujudkan Perdamaian Palestina

"Karena pasukan Indonesia juga merupakan yang terbanyak di sana, maka Deputy Commander Operasi ini juga merupakan sesuatu yang ya, penghormatan," ungkapnya.

Penunjukan tersebut, kata Sugiono, merupakan bentuk apresiasi atas konsistensi Indonesia yang selama ini terlibat aktif di berbagai misi penjaga perdamaian dunia.

Ia kemudian menegaskan bahwa proses pemilihan Wakil Komandan dalam Board of Peace tidak ada kaitannya dengan hubungan diplomatik suatu negara terhadap Israel.

BACA JUGA:Menlu Sugiono Temui Sekjen PBB di New York, Bahas Isu Palestina Jelang KTT BoP

BACA JUGA:Menlu Sugiono Bawa Komitmen Perdamaian Gaza dalam Pertemuan DK PBB di New York

Penugasan pasukan berfokus pada upaya menjaga stabilitas dan perdamaian.

Pemerintah Indonesia juga sudah menetapkan national caveats sebagai batasan dalam menjalankan mandat. Termasuk memastikan tidak ikut dalam operasi tempur yang bersifat ofensif.

Jika menghadapi ancaman langsung, prajurit Indonesia hanya diperbolehkan mengambil langkah defensif untuk melindungi diri.

BACA JUGA:Pertemuan Perdana Board of Peace, Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Perdamaian di Palestina

BACA JUGA:Trump Puji Prabowo di Forum Board of Peace Washington DC: ‘Saya Tidak Ingin Berhadapan Dengannya’

"National caveats kita juga sudah kita sampaikan ke ISF bahwa kita tidak melakukan operasi militer, kemudian kita tidak melakukan pelucutan senjata, kita tidak melakukan apa yang disebut demiliterisasi. Yang kita lakukan adalah menjaga ya kan, masyarakat sipil kedua belah pihak," Ungkap Sugiono.

Dan tentu saja ada hal-hal yang sifatnya merupakan rule of engagement yang bisa dilakukan sebagai pasukan dalam rangka mempertahankan diri. Terutama apabila mendapat serangan 

Pengiriman ribuan personel tersebut akan dilakukan secara bertahap sesuai rencana penugasan.

BACA JUGA:Indonesia Masuk Dewan Perdamaian Dunia, Menlu Sugiono: Bukan Pengganti Peran PBB

BACA JUGA:Trump Apresiasi Kontribusi Indonesia Kirimkan Pasukan Perdamaian ke Gaza

Dalam skema operasi ISF, pasukan akan dibagi ke lima sektor, dan setiap sektor diisi satu brigade.

Komandan ISF memaparkan lokasi penempatan meliputi Gaza Utara, Kota Gaza, Deir Al-Balah, Khan Yunis, serta Rafah. (*)

*) Abidah Hayu Anggonoraras, peserta magang dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: kompas.com