HARIAN DISWAY - Pemilihan wali kota New York telah memasuki tahap akhir, sekitar 5 juta pemilih terdaftar siap memberikan suara mereka pada 4 November waktu setempat untuk memilih walikota berikutnya.
Pemilihan wali kota di New York diadakan setiap 4 tahun sekali, dengan batasan dua periode masa jabatan untuk tiap individu.
Wali kota New York saat ini, Eric Adams dari Demokrat mengundurkan diri dari pencalonan tahun ini setelah beberapa kontroversi.
BACA JUGA:Profil Zohran Mamdani, Calon Wali Kota Muslim Pertama New York yang Pro Palestina
Menurut Komisi Pemilihan Umum New York, 734.317 suara awal telah diberikan selama 9 hari terakhir. Angka tersebut mencapai 4 kali lipat total suara pemilihan wali kota tahun 2021.
Kandidat yang akan bersaing di pemilihan ini adalah Andrew Cuomo, Curtis Sliwa, dan Zohran Mamdani.
Berdasarkan hasil survei dari Universitas Quinnipiac, Mamdani unggul dibanding rival-rivalnya.
BACA JUGA:Trump Sebut Zohran Mamdani Komunis, Ancam Potong Dana untuk New York Jika Terpilih Jadi Wali Kota
Zohran Mamdani berbicara di depan pendukungnya di New York, 2 Juli 2025. -Angela Weiss-AFP
Mereka menyebut Mamdani unggul sebanyak 43%, Cuomo mendapat dukungan sebanyak 33%, dan Sliwa mendapat 14% dukungan.
Kebijakan yang Mamdani kampanyekan meliputi pajak bagi orang-orang terkaya di New York, kenaikan tarif perusahaan, pembekuan tarif sewa apartemen, dan peningkatan subsidi perumahan bagi warga New York.
BACA JUGA:Zohran Mamdani Unggul di Pemilihan Pendahuluan Wali Kota New York
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia akan membatasi dana federal untuk New York jika Mamdani memenangkan pemilihan wali kota New York.
Trump juga mendesak para pendukungnya untuk memilih Cuomo. Selain itu, Trump mengatakan bahwa memilih Sliwa hanya akan menguntungkan Mamdani.
“Terlepas jika Anda mendukung Cuomo, sebenarnya Anda tidak punya pilihan. Anda harus memilihnya dan berharap ia melakukan pekerjaan yang luar biasa,” jelas Trump.(*)