Di Gorontalo, kemerdekaan Indonesia sudah diproklamasikan tiga tahun sebelum 17 Agustus 1945. Sosok di balik peristiwa tersebut adalah Nani Wartabone, tokoh pergerakan asal Sulawesi yang pada 23 Januari 1942 mendeklarasikan kemerdekaan daerahnya dari Belanda.
Ia memulai pergerakannya dengan mendirikan organisasi seperti Jong Gorontalo dan memimpin PNI di Gorontalo. Ia juga bergabung ke organisasi Muhammadiyah untuk menyalurkan semangat perjuangan saat gerakan politik dilarang.
Selain itu, Nani membentuk Komite 12 pada tahun 1941, sebuah organisasi yang bertujuan untuk mempersiapkan kemerdekaan Gorontalo.
Setelah kemerdekaan Indonesia, Nani Wartabone tetap aktif dalam memperjuangkan pendidikan dan kesejahteraan rakyat.
BACA JUGA: Prabowo Telaah 40 Nama yang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Termasuk Soeharto
Enam nama di atas merupakan sebagian kecil dari berbagai sosok pahlawan nasional yang terlupakan oleh sejarah. Mereka mungkin tidak sepopuler tokoh-tokoh utama dalam buku sejarah, tetapi tanpa perjuangan mereka, Indonesia mungkin tidak akan berdiri seperti sekarang.
Memperingati Hari Pahlawan bukan hanya soal upacara atau mengheningkan cipta, melainkan tentang menghidupkan kembali nilai-nilai keberanian, kejujuran, dan perjuangan untuk bangsa.
Para pahlawan tidak menuntut untuk dikenang, mereka ingin perjuangan mereka tetap diteruskan. (*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya