Meski memiliki peluang besar untuk mengembangkan kemandirian finansial, PTN-BH menghadapi berbagai tantangan strategis, terutama dari sisi regulasi dan birokrasi.
Pembatasan itu mencakup aspek pengelolaan keuangan, pemanfaatan aset, fleksibilitas investasi, dan pemberian insentif, yang muncul melalui berbagai aturan dan prosedur birokratis yang masih mengacu pada mekanisme keuangan negara.
Kondisi tersebut terjadi karena pemerintah tetap menekankan prinsip akuntabilitas dan kehati-hatian dalam pengelolaan aset publik sehingga ruang gerak PTN-BH, dosen, dan mitra eksternal menjadi terbatas dalam melakukan inovasi pendanaan secara optimal.
Selanjutnya, kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang manajemen bisnis dan investasi belum merata di semua PTN, yang berdampak pada efektivitas pengelolaan unit usaha dan strategi pengembangan keuangan.
Risiko finansial menjadi perhatian penting karena diversifikasi sumber pendapatan memerlukan mekanisme mitigasi risiko serta sistem pengawasan dan tata kelola yang kuat. Tantangan lainnya adalah budaya organisasi, yang mana transformasi menuju entrepreneurial university menuntut perubahan pola pikir dan cara kerja di seluruh level kampus, dari pimpinan hingga unit pelaksana.
Terakhir, dalam konteks persaingan global, PTN-BH harus mampu meningkatkan daya saingnya di ekosistem pendidikan tinggi internasional melalui inovasi, kolaborasi strategis, dan penguatan reputasi akademik.
Menjawab tantangan tersebut, program revitalisasi PTN-BH hadir sebagai upaya untuk memperkuat keunggulan dan daya saing perguruan tinggi melalui kemitraan strategis dengan DUDI (dunia usaha dan dunia industri) serta institusi nasional dan internasional, dengan fokus pada peningkatan layanan tridarma dan pengembangan sumber pendapatan non-UKT.
Keberhasilan program itu diukur melalui peningkatan kerja sama penelitian, pendanaan bersama mitra industri, paten terlisensi, serta inovasi yang berhasil dihilirisasi sesuai dengan keunggulan dan niche masing-masing PTN-BH. (*)
*) Prof. Dr. Hamidah, SE., M.Si., Ak., CA., CRMO., QGIA., QIA adalah Guru Besar Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga dan direktur Keuangan, Universitas Airlangga.