Literasi Kunci Mengurangi Jumlah Korban Bencana

Rabu 19-11-2025,15:54 WIB
Oleh: Bagong Suyanto*

BACA JUGA:Difabel Tanggap Bencana: Langkah Menuju Masyarakat Tangguh dan Inklusif

Tanah longsor adalah salah satu bencana hidrometeorologi yang terjadi ketika curah hujan deras memicu pergerakan massa tanah dan batuan di seputar daerah lereng perbukitan. 

Bencana tanah longsor umumnya dipicu kombinasi faktor atmosfer (seperti curah hujan tinggi) dan hidrologi (seperti kejenuhan air di dalam tanah), serta faktor geografis seperti kemiringan lereng dan jenis tanah. 

Hujan adalah pemicu utama tanah longsor karena meningkatkan kadar air dalam tanah hingga jenuh, yang dapat mengurangi daya rekatnya. 

BACA JUGA:Bencana Longsor di Majenang Cilacap Masuki Masa Pemulihan

BACA JUGA:BPBD Jatim Mulai Keliling Sosialisasikan Program Pesantren Tangguh Bencana

Sementara itu, faktor pendukung yang mempercepat terjadinya tanah longsor adalah curah hujan yang tinggi diperparah oleh kondisi geografis seperti lereng curam, tanah tidak padat, vegetasi yang kurang, atau adanya pengikisan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyatakan bahwa pada November dan Desember 2025 hingga awal tahun 2026, bukan tidak mungkin serentetan bencana tanah longsor masih mengintai karena masih adanya potensi cuaca ekstrem yang mengancam. 

Hujan deras yang mengguyur daerah perbukitan dengan struktur tanah gembur niscaya akan berpotensi mengakibatkan terjadinya bencana tanah longsor. Rumah-rumah penduduk yang ada di sekitar daerah tersebut umumnya rawan menjadi korban.

BACA JUGA:Jelang Puncak Musim Hujan, Gubernur dan Kapolda Jatim Teguhkan Tanggap Bencana

BACA JUGA:Bencana Hidrometeorologi Melanda Jawa Timur, 6 Orang Meninggal, 72 Rumah Rusak

Di Provinsi Jawa Tengah, sejumlah daerah yang memiliki struktur tanah gembur dengan porositas tinggi, ketika hujan turun dengan durasi panjang, niscaya air akan memenuhi rekahan tanah sehingga dengan cepat akan memicu terjadinya bidang luncuran. 

Tanah longsor adalah bencana yang rawan terjadi dan masyarakat kembali menjadi korban bila tidak berjaga-jaga sejak dini.

Di Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap, misalnya, pada Jumat, 14 November 2025, akibat curah hujan yang tinggi dan lama, area longsor meluas hingga 1 kilometer dari titik runtuhan. 

BACA JUGA:Hujan Lebat dan Angin Kencang Picu Bencana di Jatim, Malang Jadi Wilayah Terparah

BACA JUGA:Bencana Ganda di Nduga: Puluhan Rumah Rusak, 15 Orang Belum Ditemukan

Kategori :