Cuku Nyinyi hari ini bukan hanya nama tempat. Ia adalah cermin kepercayaan yang kembali ditemukan. Andi Sofiyan, dengan tangan kapalannya, mengajarkan bahwa keberlanjutan bukan milik para ahli di menara kaca, tapi lahir dari orang biasa yang berani bertindak.
Dan ketika perusahaan sebesar PT Bukit Asam memilih mendengar, bukan menggurui, di sanalah keajaiban terjadi: pesisir yang sekarat berubah jadi penjaga iklim. (*)