"Nanti, uang JHT bisa buat modal usaha kecil-kecilan atau biaya hidup sehari-hari," kata Agung mantap, sebelum melaju mengejar orderan berikutnya.
Bukti lainnya ada di Mayapada Hospital Surabaya (MHSB). Di sana, kerja sama strategis dengan BPJSTK Cabang Surabaya Darmo melahirkan Trauma Center khusus kecelakaan kerja.
Fasilitas itu dilengkapi dengan layanan gawat darurat 24 jam dan tim dokter multidisiplin pada Agustus 2025.
BACA JUGA:BSU BPJS Ketenagakerjaan Cair November 2025, Ini Syarat Terbarunya!
BACA JUGA:Subsidi 50% BPJS Ketenagakerjaan untuk Ojol, Sopir, dan Kurir
Mayapada Hospital Surabaya menjalin kemitraan strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan.-Mayapada Hospital Surabaya-
Bukan sekadar mengobati, tapi memastikan pekerja bisa kembali bekerja dengan tubuh utuh dan semangat pulih. "Kesehatan pekerja adalah kunci produktivitas dan keberlanjutan ekonomi," tegas dr. Bona Fernando, Direktur MHSB.
Baginya, melindungi pekerja adalah investasi nasional. Namun, perlindungan tak boleh berhenti di pabrik atau kantor.
Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan juga menjangkau masa depan lewat dunia pendidikan. Bentuknya, penandatanganan MoU SMKN 2 Surabaya dengan BPJSTK Cabang Juanda pada Mei 2025.
Mereka memperluas perlindungan hingga ke guru, tenaga kependidikan, dan siswa yang akan memasuki dunia kerja. "Ini langkah strategis dalam membangun budaya kesadaran jaminan sosial sejak dini," kata Kepala Sekolah SMKN 2 Surabaya Bambang Purwowidiantoro.
Di sana, jaminan sosial tak lagi dianggap sebagai potongan gaji yang mengganggu. Tapi, sebagai payung yang menanti ketika hujan ancaman kesehatan turun.
Semua itu menegaskan satu prinsip sederhana. Perlindungan pekerja tak mungkin dibangun sendirian. Pemerintah menyediakan kebijakan. Rumah sakit menyediakan layanan. Sekolah menanamkan kesadaran.
Masyarakat menjadi garda terdepan. Dan BPJS Ketenagakerjaan, sebagai penghubung, menjahit semuanya menjadi satu ekosistem yang adaptif.
"Jika pekerja tidak terlindungi, mereka bisa menjadi beban baru bagi pemerintah. Dengan jaminan sosial, mereka justru menjadi lebih mandiri dan sejahtera," kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur Hadi Purnomo.