HARIAN DISWAY - Korban tewas akibat banjir di Sumatera Barat mencapai 90 Jiwa. Ini adalah data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 29 November 2025 atau hari ketiga tanggap darurat bencana.
Selain 90 korban meninggal dunia, 85 orang dinyatakan masih hilang, dan 10 orang mengalami luka-luka. Kabupaten Agam mencatat jumlah korban tertinggi.
“Korban jiwanya ada 90 yang meninggal dunia, 85 hilang dan 10 luka-luka,” jelas Kepala BNPB Suharyanto.
Korba jiwa melonjak pada hari ketiga karena baru ada laporan dari Kabupaten Agam yang mencatat 74 meninggal dunia, sementara 78 orang lainnya masih hilang. Di Kabupaten Pasaman barat, dilaporkan 1 orang meninggal dunia, 6 orang hilang 1 orang luka.
Kabupaten Padang panjang mencatatkan 7 orang meninggal dunia dan 3 orang luka-luka. Kota Padang 5 orang meninggal, Kota Solok 1 orang meninggal dunia, Kabupaten Tanah Datar 2 orang meninggal dunia, 1 orang hilang dan 4 luka.
BACA JUGA:Korban Jiwa Akibat Banjir di Aceh Mencapai 47 Jiwa, Masih Bisa Bertambah
Suharyanto menjelaskan, dari 16 Kabupaten/kota terdampak, tinggal 6 yang masih perlu penanganan serius. Sisanya sudah berangsur-angsur pulih. Hal ini dudukung oleh cuaca di Sumbar yang cerah setelah sehari sebelumnya masih diguyur hujan.
Daerah-daerah seperti Padang Pariaman, Solok, Kota Padang, Tanah Datar, dan Padang Panjang masih butuh intervensi dari Pemerintah Pusat dan satgas gabungan. Daerah-daerah lainnya relatif sudah bisa kembali pulih dan Pemda setempat dibantu forkompimda bisa melakukan langkah-langkah penanganan sendiri, kata Suharyanto.
Sebanyak 74 orang meninggal dunia di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, akibat bencana cuaca ekstrem. Operasi pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan tim gabungan hingga hari ini, Sabtu (29/11).--BNPB
"Agam, baru bisa tembus. Basarnas melakukan SAR di Agam banyak korban jiwa. Maupun yang masih hilang," kata Suharyanto.
Data sementara menunjukkan sebanyak 11.820 kepala keluarga atau sekitar 77.918 jiwa mengungsi, terutama di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan. Sejumlah jalur provinsi dan nasional terputus akibat longsor dan kerusakan jembatan, sehingga menyulitkan akses distribusi. Meski demikian, logistik dari Padang Pariaman dan Pesisir Selatan telah tiba, dan delapan titik tambahan dalam proses pengiriman dengan pengawalan kepolisian.
BACA JUGA:Kepala BNPB: Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir di Aceh, Sumut dan Sumbar Jadi 303 Jiwa
BNPB telah menempatkan 24 personel untuk mendampingi percepatan penanganan di Sumatera Barat. Bantuan darurat dari Presiden RI berupa alat komunikasi, genset, tenda, LCR, dan ribuan dus makanan siap saji telah tiba di Bandara Minangkabau. Pesawat Caravan serta helikopter Bell 505 juga telah digerakkan untuk mendukung distribusi ke wilayah yang belum dapat diakses melalui darat.
BNPB memastikan seluruh upaya penanganan darurat terus dipercepat melalui koordinasi erat dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, TNI, Polri, dan para relawan. Percepatan pembukaan akses, pendataan lanjutan korban dan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas utama operasi penanganan bencana di tiga provinsi tersebut.(*)