Bagi Faizah, menjadi relawan MBG bukan sekadar pekerjaan; itu adalah pintu gerbang menuju nilai tambah ekonomi keluarga dan, yang terpenting, rasa dihargai.
"Bukan lagi menunggu panggilan kerja dari satu acara ke acara lain," tuturnya. Ia kini tidak hanya menghidupi keluarganya dengan kepastian, tetapi juga merasa bangga karena ikut memastikan anak-anak sekolah mendapat makanan yang layak dan bergizi.
Harapan Faizah dan rekan-rekannya sederhana: agar program MBG terus berlanjut dan berkembang. Karena keberlanjutan berarti kestabilan, dan stabilitas adalah kunci untuk mengubah ketar-ketir menjadi senandung harapan yang terdengar setiap pagi di Dapur Panjang Jiwo. MBG bukan sekadar makanan, tapi pembuka pintu ekonomi bagi masyarakat luas. (*)