Dengan kata lain, Gemini akan diposisikan sebagai tulang punggung baru asisten digital Google lintas perangkat.
Dari Assistant ke Gemini: Evolusi Asisten Digital
Google Assistant pertama kali diluncurkan pada 2016. Platform itu dikenal sebagai salah satu pelopor asisten digital berbasis perintah suara.
BACA JUGA:Adobe Integrasikan Model AI Gemini 3 Nano Banana Pro ke Photoshop dan Firefly
BACA JUGA:Ide Prompt Gemini AI untuk Mengubah Latar Foto secara Instan
Hampir satu dekade kemudian, Google menilai sudah saatnya melakukan lompatan teknologi yang lebih besar melalui Gemini.
Integrasi Gemini ke Android pertama kali diumumkan pada 2024. Itu dipandang sebagai evolusi alami dari visi awal Google Assistant.
Tidak hanya sekadar merespons perintah suara, Gemini dirancang sebagai asisten AI yang mampu memahami konteks, bernalar, dan membantu pengguna dalam tugas yang lebih kompleks.
Saat ini, aplikasi Gemini telah tersedia di lebih dari 200 negara dan mendukung lebih dari 40 bahasa. Gemini juga sudah mampu menangani banyak tugas klasik Google Assistant.
BACA JUGA:4 Prompt AI Gemini yang Wajib Dicoba untuk Foto Candid Jalanan Natural
BACA JUGA:Android Auto kini Punya Fitur AI Gemini, Bisa Jawab WA, Sampai Minta Carikan Pom Bensin di Peta
Platform itu mampu memutar musik, mengatur pengingat dan timer, hingga menjalankan berbagai perintah dari layar kunci.
Di sisi lain, Gemini membawa kemampuan baru yang sebelumnya tidak dimiliki Assistant. Salah satunya adalah fitur verifikasi video.
Fitur itu baru diluncurkan untuk aplikasi Gemini maupun versi web. Sekaligus menandai arah pengembangan AI Google yang semakin menekankan akurasi dan kepercayaan informasi.
Alasan Penundaan: Pengalaman Pengguna Jadi Prioritas
Meski tidak mengungkapkan alasan teknis secara rinci, Google menegaskan bahwa penundaan itu dilakukan demi memastikan pengalaman pengguna yang konsisten dan andal.
BACA JUGA:ChatGPT vs Gemini, Adu Cerdas di Era AI Modern