Arkeolog Temukan Bagian Utuh Tembok Kuno Yerusalem Era Hanukkah

Senin 29-12-2025,08:00 WIB
Reporter : Guruh Dimas Nugraha
Editor : Guruh Dimas Nugraha

Yang membuat penemuan terbaru itu begitu menarik adalah kondisi tembok di bagian atas fondasinya. Alih-alih runtuh secara acak akibat perang atau usia, tembok tersebut tampak dibongkar secara sengaja dan seragam hingga ketinggian tertentu.

“Ini bukan kehancuran alami. Temboknya seolah-olah diratakan dengan rapi,” ujar Dr. Amit Re’em, salah seorang arkeolog utama proyek itu, dilansir AP.

BACA JUGA:Gua Gajah, Wisata Arkeologis Zaman Bedahulu: Tinggalan Anak Wungsu (2)

BACA JUGA:Sentuhan Restorasi di Situs Sangxidui, Tiongkok, Bangkitkan Kejayaan Masa Lalu Sichuan

Menurutnya, hal itu memunculkan pertanyaan besar: mengapa sebuah tembok pertahanan penting dibongkar secara sadar di kota yang terus-menerus menghadapi ancaman invasi?

Jawaban atas misteri itu mungkin tersimpan dalam kisah sejarah yang ditulis sejarawan Yahudi kuno, Flavius Josephus.

Pada 132 atau 133 SM, Raja Helenistik Antiokhus VII Sidetes mengepung Yerusalem dan Kerajaan Yudea. Dalam kondisi terdesak, Raja Yahudi Yohanan Hyrkanus I memilih bernegosiasi.

Josephus menulis bahwa Hyrkanus menjarah Makam Raja Daud untuk memperoleh 3.000 talenta perak dan menyerahkan 500 sandera, termasuk saudaranya sendiri, kepada Antiokhus.

BACA JUGA:Gua Selomangleng, Situs Pertapaan Dewi Kilisuci

BACA JUGA:Penemuan Situs Majiayao Terbesar di Tiongkok, Bukti Peradaban 5 Ribu Tahun Silam

Sebagai imbalannya, Antiokhus setuju menarik pasukannya dengan syarat tembok pertahanan Hasmonea dihancurkan.


Arkeolog Regional Yerusalem untuk Otoritas Barang Purbakala Israel (Israel Antiquities Authority), Dr. Amit Re'im, berjalan di dalam situs penggalian situs arkeologis Yerusalem.-Leo Correa-AP

“Antiokhus Sidetes berkata kepada Yohanan Hyrkanus, jika engkau ingin aku menarik pasukan, maka engkau sendiri harus meratakan benteng Hasmonea yang dibangun olehmu dan ayahmu,” kata Re’em, mengutip sumber sejarah tersebut.

Josephus mencatat bahwa setelah kesepakatan tercapai, tembok-tembok yang mengelilingi kota pun diruntuhkan. “Kami yakin, inilah bukti arkeologis dari peristiwa itu. Ketika arkeologi dan kisah kuno bertemu, itulah keajaiban Yerusalem,” ujarnya.

Namun, tidak semua arkeolog sepakat dengan tafsir tersebut. Orit Peleg-Barkat, pakar arkeologi klasik dari Universitas Ibrani Yerusalem, menilai pembongkaran tembok itu kemungkinan besar berkaitan dengan pembangunan istana Raja Herodes pada abad pertama sebelum Masehi.

BACA JUGA:Pemenang Surabaya Tourism Award 2024 (2): Wisata Heritage Peneleh Andalkan Situs Majapahit sampai Kolonial

Kategori :