Arkeolog Temukan Bagian Utuh Tembok Kuno Yerusalem Era Hanukkah

Senin 29-12-2025,08:00 WIB
Reporter : Guruh Dimas Nugraha
Editor : Guruh Dimas Nugraha

BACA JUGA:Menyingkap Situs Petirtaan Lereng Penanggungan (10-Habis): Pemukiman di Daerah Hulu

Menurutnya, Herodes mungkin sengaja memanfaatkan fondasi tembok Hasmonea untuk mendirikan istananya sebagai simbol dominasi politik.

Fakta bahwa bagian lain dari tembok Hasmonea di Yerusalem tidak dibongkar memperkuat dugaan bahwa pembongkaran itu bersifat lokal, bukan akibat perjanjian gencatan senjata semata. “Sulit membayangkan Yerusalem dibiarkan tanpa perlindungan selama lebih dari satu abad,” ujarnya.

Penemuan fondasi tembok itu berlangsung di lokasi yang tak kalah bersejarah. Tembok tersebut ditemukan di bawah sebuah sayap bangunan Kishleh, yang dibangun pada 1830 sebagai markas militer. Yang kemudian digunakan sebagai penjara. Termasuk pada masa Mandat Inggris hingga 1940-an.

Coretan para tahanan dalam bahasa Inggris, Ibrani, dan Arab masih terlihat di dinding. Sementara sisa jeruji besi sel penjara tampak di langit-langit ruangan.


Tembok kota dari periode Hasmonea yang berasal dari akhir abad ke-2 SM ditemukan di bawah Museum Menara Daud (Tower of David Citadel Museum), di Kota Tua Yerusalem.-Leo Correa-AP

BACA JUGA:Menyingkap Situs Petirtaan Lereng Penanggungan (9): Danau Atrisandyabrata Siwa

BACA JUGA:Menyingkap Situs Petirtaan Lereng Penanggungan (8): Terancam Runtuh

Penggalian di lokasi itu sebenarnya telah dimulai sejak 1999, namun terhenti akibat pecahnya Intifada Kedua pada 2000.

Baru dua tahun terakhir, proyek tersebut dilanjutkan kembali. Selama prosesnya, para arkeolog mengangkat secara manual tanah dan puing setara dua kolam renang Olimpiade.

Selain fondasi tembok Hasmonea, penggalian juga mengungkap lubang-lubang pewarna kain dari era Abad Pertengahan.

Ke depan, Museum Menara Daud berencana memasang lantai kaca melayang di atas reruntuhan itu. Dan menjadikannya bagian dari galeri baru di Sayap Schulich untuk Arkeologi, Seni, dan Inovasi. Renovasi diperkirakan memakan waktu setidaknya dua tahun setelah penggalian resmi berakhir.

BACA JUGA:Menyingkap Situs Petirtaan Lereng Penanggungan (7): Prestise Dua Wangsa

BACA JUGA:Menyingkap Situs Petirtaan Lereng Penanggungan (6): Bukan Arca Laksmi dan Sri

Penemuan itu kembali menegaskan Yerusalem sebagai kota dengan lapisan sejarah yang saling bertumpuk. Kisah-kisah kuno terus menemukan pembuktiannya di bawah tanah. Menunggu untuk diungkap ke permukaan. (*)

Kategori :