Koridor Sempit Demokrasi

Sabtu 03-01-2026,06:00 WIB
Reporter : Dhimam Abror Djuraid
Editor : Yusuf Ridho

Gerakan reformasi ingin mengembalikan demokrasi kepada rakyat. Muncullah SBY yang dianggap sebagai kampiun yang berhasil membangun fondasi demokrasi. 

Namun, kemudian demokrasi mengalami ketergerusan yang serius di era Jokowi. Seorang pemimpin yang lahir dari kalangan rakyat jelata ternyata punya bakat untuk menjadi pemimpin yang otoriter. Ada yang menyebut kepemimpinannya sebagai Neo-Orba.

Kepemimpinan Jokowi dilanjutkan oleh Prabowo dengan gaya demokrasinya sendiri. Ia menginginkan sebuah pemerintahan yang utuh tanpa ada oposisi. Prabowo ingin merangkul semua kekuatan menjadi satu. Ia bisa menjadi reinkarnasi dari model Orde Baru 4.0. 

Ia ingin mengembalikan pemilihan kepala daerah langsung kepada pemilihan oleh DPRD. Kalau uji coba itu berhasil, tidak mustahil pemilihan presiden pun kembali kepada DPR-MPR dan presiden kembali menjadi mandataris seperti era Orde Baru.

Itulah koridor sempit yang sekarang menjadi ujian bagi demokrasi di Indonesia. Kalau kita salah pilih, bisa jadi Indonesia terpeleset dan kembali menjadi mangsa ”Despotic Leviathan”. (*)

Kategori :